Tahun 2020, Awal Keistimewaan Para Pencari Cinta

Tahun 2020, Awal Keistimewaan Para Pencari Cinta
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – Di Awal Januari, pintu hati sudah terbuka, pintu terbuka lebar untuk para pencari kekasih. Bagi pencari kekasih hati bersiaplah menyambut awal kesetiaan. Pagi hari ini penuh pengharapan. ternyata  sudah pagi, kekasih hati belum mengatakan sayang, Apakah mungkin lagi tidur? kurasa iya. Di sebelah selatan pasar tampak cahaya menyinari. cahaya emas berlapis kesucian. Para pembeli memilih bermacam khas kecintaan. Ada yang kehilangan sepotong rindu dan ada pula yang sakit hati sehingga mencari obat penyembuh diri.

Tahun 2020 adalah tahun keistimewaan sebagian orang memiliki kekasih. Tapi, tahun kesedihan para pencari kekasih. Pergantian tahun baru juga pergantian rasa rindu. Kenangan bermunculan dan kepedihan bermusnahan. Di mana Tahun ini merupakan hari lahirnya cinta sejati. Cinta yang hadir dengan ketulusan hati.

Sejak ketulusan hati menampakkan diri, sejak itu pula kesempurnaan cinta ada. Tuhan Maha Penyayang dan Para Pencari Cinta Maha Pencinta. Sebutlah para pencinta penghuni bumi! dan akan aku panggil engkau penghuni surga.

Jika orang berduka cita memikirkan yang akan datang, tentu dia pikirkan satu dari dua macam kejadian, yaitu yang mesti datang dan yang berangkali datang.

Yang mesti datang sebagaimana masa depan dan masa kebahagiaan, mustahil menolaknya. Hal itu akan menjadi sejarah cinta.

Duka lama mengingat akan kesedihan, duka karena kemunafikan cinta. Kalau hati itu masih berharap, lebih baik jangan pernah di sia-siakan hari dalam bertempur merebut cinta. Tetapi lekas-lekaslah sediakan segala usaha untuk menggapai yang diniatkan. Kalau hanya berduka-duka saja, tentu dia datang tak sempurna, tandanya kita tidak percaya adanya cinta sejati. Di sinilah perlunya persedian “berusaha dan berdoa” serahkan semua itu kepada Allah.

Itulah sebab banyak para pencari cinta terlempar dari kerajaan cinta, kadang-kadang mereka datang membelanjakan cinta namun menggadaikan ketakutan. Nafsu girang tapi hati menangis.

Para pencinta sangat takut bahaya yang akan datang, karena hatinya lekat kepada ketidakpastian dan gelisah lantaran belum mendapatkan kekasih. Kesakitan perlu untuk orang yang hendak tulus supaya ia terlatih mencapai hakikat cinta.

Hati yang tulus betapa sulit digarap orang, seperti halnya mencintai Allah. Cinta kepada Sang Pencipta Alam Semesta ini merupakan hal yang paling tersulit dilaksanakan hambanya. Oleh sebab itu, bergerak maju cara ampuh demi mengubah kebiasaan lama yang tak teratur.

Dikala gelombang lautan bergoyang-goyang, ikan-ikan pun mulai berteriak kencang menahan kerasnya gelombang ini. sebagian ikan terlempar ke pantai karena tak tahan menahan kerasanya gelombang dan ada juga yang bertahan disebabkan tetap berjuang terus agar tak terlempar.

Di sini kita bisa ambil pelajaran. Sepanjang hidup ujian akan selalu ada. Baik itu, saat senang, sedih, kelaparan, ketakutan. selama nyawa masih dikandung badan selama itu ujian ada. Adapun ujian akat berhenti setelah berpindah tempat yaitu Alam kubur. Alam yang  begitu gelap, tanpa ada cahaya sedikit pun. Tapi inilah hidup!

Kesimpulan (Konklusi) pada tulisan ini adalah: Jangan pernah menyalahkan diri sendiri walau belum mendapatkan apa-apa. terus berjuanglah, meskipun badan sudah hampir retak dan kulit mulai kusut. Bersabar dan bermunajatlah Kepada Allah agar segala usaha dipermudah. Jodoh, rezeki, maut Allah yang mengatur kita hanya bisa pasrah dan tunduk patuh pada ketetapannya. Allah tidak akan membebani suatu melainkan sesuai kesanggupannya.

-Quotes-

Malaikat pun akan bersujud pada mu. Bila ketulusan hati sudah engkau raih. Dan Allah pun akan senang bila ketulusan hati abadi dalam jiwa mu.

Penulis : Budiman Daulay (Mahasiswa UISU)