Budaya Daerah Anang Hermansyah

Budaya Daerah Anang Hermansyah
Foto: Instagram.

MUDANEWS.COM – Meski saya tahu siapa Anang Hermansyah, karena saya jurnalis bidang hiburan – tapi saya tidak kenal secara pribadi dengannya. Belum pernah wawancara dia juga. Tentu dia tidak kenal saya – meski saya pernah berjam jam di studionya di kawasan Radio Dalam – Jakarta Selatan, karena teman karibnya adalah sahabat saya, yaitu Masyamsul Huda SH. Saya ada di sana karena diajak oleh pengacara yang juga nahdliyin ini.

Saya pernah iri pada Anang karena setidaknya dia berhasil mendapat dan mengorbitkan tiga cewek cantik, molek dan “semlohei” – yang banyak diidamkan laki laki pada zamannya. Kris Dayanti, Syahrini dan Ashanty. Sungguh beruntung dia. Padahal karya musiknya gak bagus bagus amat.

Dia juga pernah jadi anggota DPR RI meski prestasinya tidak jelas. Tak ada jejak karya sebagai politisi Senayan – yang layak dikenangkan. Malah pernah bikin blunder pada pembahasan RUU Permusikan di Komisi X. Bahkan sempat “diserang” oleh kalangan musisi sendiri.

Tapi politisi PAN ini sukses dan kaya raya, makmur sejahtera, entah dari bisnis apa.

JIKA kali ini saya menampilkan foto fotonya di halaman FB ini untuk para sahabat dan nggota majelis Fesbukiyah yang mulia ini – semata mata adalah penghargaan saya padanya karena dia menonjolkan adat istiadat budaya Jawa – budaya leluhur saya – dalam pernikahan putrinya, Aurelie Hermansyah dengan Youtuber Atta Halilintar.

Sangat penting di hari ini ketika budaya kadrun dan kaum sorbaners, jenggoters – para penjaja khilafah dari Timur Tengah – terus menekan Budaya Nusantara dan Budaya Nasional. Bahkan mengharamkannya. Dan kita kehilangan sebagian generasi muda kita karena sudah terlanjur menjadi kadrun dan hijabers.

Saya memberi apresiasi kepada siapa saja yang menonjolkan budaya Nusantara lain dan adat daerahnya. Semua adat istiadat Nusantara kita sungguh indah, unik, dan warna warni. Kita sungguh kaya raya.

Sebagai bangsa besar dan dinaungi oleh banyak budaya besar : Aceh, Tapanuli, Minang, Palembang, Betawi, Sunda Jawa, Bali, Banjar, Dayak, Bugis, Toraja, Minahasa, dan seterusnya hingga Papua – kita harus tegas menolak penyeragaman atas nama agama. Atas nama budaya asing yang menyelinap di balik kedok ayat ayat suci.

Kita harus melakukan perlawanan. Tegas. Keras. Langsung.

Dalam hal ini – saya sungguh salut – keluarga Anang Hermansyah dan Ashanty menunjukkan langkah nyata. Sebelumnya keluarga ini juga pamer pose dalam pakaian adat Bali yang megah juga – di akun instagram.

Salam bahagia buat mereka. Khususnya pasangan Aurelie dan Atta Halilintar. Dan keluarga Anang dan Ashanty juga.

Semoga keluarga ini tetap makmur sejahtera selamanya dan terus ikut berjuang menegaskan budaya nasional dan identitas keIndonesiaan.

Oleh : Supriyanto Martosuwito