Tokoh Pemuda Bangka Puji Novel Gadis Pembangkang Mualimin

Tokoh Pemuda Bangka
Rahsanjani

MUDANEWS.COM, Jakarta – Tokoh Pemuda Bangka (Babel) yang juga perintis HMI Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Rahsanjani merasa ikut bangga dan memuji langkah Direktur LAWAN Institute, Muhammad Mualimin SH MH yang baru saja menerbitkan novel pertama.

Alumnus Fakultas Teknik UAI itu merasa kaget, sebab menurutnya, Mualimin yang dikenalnya dulu sosok yang lebih terlihat sering berunjuk rasa ketimbang menulis.

‘’Saya itu satu perguruan, satu ilmu, satu guru sama dia di silat PSHT. Ia sah sahan Cabang Tuban. Dulu, saya tahunya dia pentolan HMI Al Azhar, ketua umum dia kan, sering demo, protes rektor. Makanya agak kaget ternyata diam-diam menulis novel. Alhamdulillah buku ini saya dapat langsung dari beliau,’’ kata pria yang akrab disapa Ican itu di Jakarta, Minggu (24/1/2021).

Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Al Azhar angkatan 2008 itu menyebut Mualimin Melawan, nama pena Mualimin, memang sosok yang tumbuh di antara keras kepala dan berpegang teguh pada prinsip. Utamanya, kata dia, dalam hal urusan benar salah dalam kehidupan.

‘’Ia itu antara keras kepala dan berprinsip. Kalau benar dia lawan terus, kecuali kalau salah, baru takut. Bukan idealis ya menurut saya, tapi berpegang teguh pada nilai-nilai yang dipegang. Ia punya cita-cita yang tinggilah. Bukan ambisius, tapi punya target yang harus dicapai. Anak desa yang ke Jakarta menggapai cita-cita, kuliah hukum sampai Magister,’’ ujarnya.

Senior HMI Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta Selatan itu menyebut, Mualimin yang sekarang jadi Wakil Sekretaris BPL PB HMI itu, sosok yang sedari dulu sampai sekarang tidak banyak berubah. Menurutnya, ia tetap menjadi tukang protes, walau sekarang protesnya menggunakan tulisan, baik melalui media maupun dalam bentuk buku.

‘’Ia aktif di organisasi sejak awal kuliah sampai sekarang. Semua tahapan di HMI dari dasar sampai tingkat tertinggi dilaluinya. Ia tidak karbitan, malang melintang turun ke jalan, demo, menuangkan ide-ide kritis, protes, melalui tulisan. Saya dengar ia sekarang menapaki jalan advokat. Mau jadi pengacara,’’ jelasnya. (red)