Surat Terbuka untuk Dr Jaleswari Pramodhawardhani

Surat Terbuka untuk Dr Jaleswari Pramodhawardhani
Sekjen DPN Pergerakan Indonesia, Abi Rekso Panggalih

MUDANEWS.COM

Oleh: Abi Rekso Panggalih (Sekjen DPN Pergerakan Indonesia)

Yang saya hormati saudari Dr. Jaleswari Pramodhawardhani.
Di tempat.

Tanpa merendahkan derajat kepangkatan dan titel anda. Izinkan saya sedikit menajamkan pemahaman anda soal etika.

Tersiar di media online, bahwa saudari selaku pejabat Deputi V Kantor Staf Presiden, melontarkan ucapan yang tidak sepatutnya.

Saya ulang verbatim dalam berita, agar tidak menjadi tuduhan. “Jaleswari mengungkapkan bahwa salah satu influencer yang pernah digunakan oleh KSP yaitu Faisal Basri. Menurut dia, fungsi influencer itu sendiri untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan-kebijakan yang ada”. Berita ini dirilis oleh IDN Times, 3 September 2020.

Sebagai orang yang mendukung Presiden Jokowi sejak 2014, saya begitu malu sekaligus resah jika kapasitas pejabat di Kantor Staf Presiden seperti anda.

Apakah anda sadar, bahwa tuduhan anda sebagai pejabat Deputi V Kantor Staf Presiden kepada seorang Faisal Basri semakin memperburuk komunikasi Istana kepada loyalis Jokowi dan rakyat Indonesia secara luas?

Apakah anda mengerti, bahwa semua yang dipaparkan oleh saudara Faisal Basri adalah murni pendapat akademik, terlepas apakah itu dianggap menguntungkan atau merugikan pemerintah? Dan itu seratus persen independen dan imparsial.

Saudari Jaleswari yang terhormat, andaikan tuduhan serupa datang kepada saya. Maka tidak segan saya mempertanyakan keabsahan dari pernyataan itu di mata hukum. Meski saya percaya, seorang Faisal Basri tidak akan menempuh jalan itu.

Sepatutnya anda mengerti dan sadar, bahwa hal-hal remeh terkait isu influencer tidak perlu anda respon. Bukankah hal-hal tersebut sudah direspon oleh saudara Fadjroel Rachman selaku Juru Bicara Presiden. Justru pernyataan anda memperkeruh, bahkan menunjukan betapa amatirnya mutu berkomunikasi anda.

Sebagai orang yang meyandang titel pakar atas Hak Asasi Manusia, bukan kah semestinya anda mengerti cara memanusiakan manusia.

Satu hal terakhir, lebih dari sepuluh tahun saya mengenal sosok Faisal Basri. Jangankan untuk menjadi influencer, sejauh saya mengenal Faisal Basri, bahkan jabatan politik pun dia tolak. Dan satu hal yang perlu anda mengerti, bahwa sejak 2014 hingga detik ini visi seorang Faisal Basri masih bersama Presiden Jokowi.

Dengan surat ini, saya meminta anda saudari Dr. Jaleswari Pramodhawardhani untuk meralat pernyataannya serta meminta maaf secara terbuka kepada saudara Faisal Basri. Karena cara-cara yang anda lakukan justru membangun antipati pendukung Jokowi yang berjuang dengan gagasan. Dan ingat, hal itu menunjukan inkompetensi dari perlakukan yang tidak sepatutnya.

Salam Pergerakan!!

Abi Rekso Panggalih

Bandung, 4 September 2020.