Rektor UINSU : Megawati Pelanjut Api Perjuangan Bung Karno

Rektor UINSU : Megawati Pelanjut Api Perjuangan Bung Karno
Bung Karno dan Megawati

MUDANEWS.COM, Medan – Rektor UINSU Medan TGS Prof Dr KH Saidurrahman MAg mengatakan pemberian gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Toyang kepada Megawati sebagai bentuk pengakuan dunia internasional atas kepemimpinan dan konstribusi Megawati yang dianggap berhasil menjaga dan merawat nilai nilai universal sekaligus kearifan lokal budaya Indonesia.

“Pemberian gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Universitas Soka, Toyang kepada Ibu Megawati merupakan bukti atas pengakuan Dunia internasional atas kepemimpinan dan konstribusi Ibu Megawati dalam menjaga dan merawat nilai nilai universal  seperti kemanusiaan, kesetaraan gender, demokrasi serta keadilan, sekaligus dalam menerapkan nilai dan kearifan budaya lokal saat memimpin Indonesia dan PDIP sebagai Partai yang berpaham nasionalis dan kerakyatan. Megawati juga telah menjadi teladan dalam hal kerukunan dan kebangsaan yang merupakan modaĺ sosial bangsa Indonesia,” ujar Saidurrahman di Medan, Kamis (9/1/2020).

Saidurrahman juga mengatakan bahwa Ibu Megawati merupakan pemegang estafet perjuangan dan pemikiran Bung Karno.

“Ibu Megawati merupakan pemegang estapet dari perjuangan, pemikiran dan praktik kepemimpinan ayahnya Soekarno. Dalam masa kepemimpinan Ibu Megawati sebagai Presiden RI, beliau selalu berusaha menyelesaikan misi dan permasalahan bangsa, menyusun masyarakat Indonesia yang merdeka, kuat, sehat, kekal berdasarkan pancasila, di tengah situasi transisi demokrasi yang genting terhadap ancaman disintegrasi bangsa saat itu, tetapi alhamdulillah 4 pilar kebangsaan tetap tegak berdiri hingga saat ini karena ketegasan dan kecerdasan Ibu Megawati dalam memimpin Indonesia saat itu,” jelas Tuan Guru Saidurrahman, demikian sapaan akrabnya.

Saidurrahman menambahkan, saat ini rasa ke-Indonesiaan sebahagian anak bangsa mulai tergerus. Indonesia sebagai negara “Bangsa” berada dalam periode genting. Persatuan dan kesatuan bangsa sedang diuji oleh ancaman gerakan politik furitanisme Islam dan penyusupan ideologi Trans-Nasional.

“Sudah banyak anak bangsa yang terpapar ideologi khilafah dan berani secara terang terangan berkampanye memperjuangkan gagasan syari’at dan negara Islam di bawah kepemimpinan tunggal khalifah Islamiah. Gerakan dan kampanye khilafah tersebar dan terstruktur hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari kampus, BUMN bahkan hingga pengajian, sudah seharusnya semua anak bangsa bersatu padu menjaga keutuhan bangsa dari ancaman gerakan dan ideologi anti pancasila. Saat ini kita harus menghargai dan belajar dari sejarah pemikiran dan perjuangan Ibu Megawati dan Bung Karno dalam mengimplementasikan nilai-nilai universal di tengah kebhinnekaan Indonesia,” jelasnya.

Rektor UINSU menghimbau para tokoh bangsa agar jujur pada sejarah.

“Sudah waktunya kita bicara apa adanya, saat ini masih banyak orang dari golongan sisa sisa pencemoh Bung Karno yang berusaha memisahkan cita cita perjuangan Bung Karno dengan konteks kekinian. Mereka terus berusaha membendung pelaksanaan ajaran politik Bung Karno secara utuh keseluruhan. Sudah waktunya pandangan Soekarno-phobia ini di hapus dari kalangan generasi muda yang akan memimpin Indonesia di masa depan, saatnya mempelajari dan melaksanakan ajaran Soekarno kembali secara utuh dan menyeluruh seperti yang selalu di ingatkan oleh Ibu Mega dalam setiap pidato pidatonya,” ujar Saidurrahman, Rektor UINSU. Berita  Medan, tim