Pendidikan Kota Medan, Seperti Auto Pilot, Tidak Jelas Arah

Pendidikan Kota Medan
Dr. Muhammad Fadil, M.Pd

MUDANEWS.COM, Medan – Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih melanda wilayah Nusantara, termasuk Kota Medan. Imbasnya seluruh aktifitas sosial berjalan lambat bahkan stagnan. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah guna menekan angka penyebaran Covid-19 yang berpotensi memunculkan cluster baru penularannya.

Dan yang sangat terasa dari wabah pendemi ini, tentu saja dunia Pendidikan, praktis capaian dan target peningkatan kualitas pendidikan menurun. Evaluasi hasil belajar pun, banyak guru yang mengalami hambatan terkait soal penilaian dan sebagainya.

“Kondisi seperti ini sangat berpengaruh bagi dunia Pendidikan, ditambah lagi, regulasi dari Dinas Pendidikan khususnya Kota Medan, praktis tidak memilki arah dan kebijakan yang jelas, sehingga para guru saat proses belajar dengan format yang baru ini mengalami kendala, dampaknya capaian tujuan satuan pelajaranpun tidak berjalan secara baik,” ujar Dr. Muhammad Fadil, M.Pd kepada mudanews.com, Sabtu (24/4/2021) di Medan.

Hal ini diperparah, aturan atau regulasi kedaruratan pembelajaran yang disampaikan Dinas Pendidikan Medan, tidak bersifat spesifik atau ke-khususan sesuai kebutuhan pembelajaran di Kota Medan.

“Jujur saja, secara objektif Dinas Pendidikan Medan hanya melakukan kebijakan yang bersifat normatif dengan mengadopsi petunjuk dan arahan dari Kementrian Pendidikan Pusat dan Propinsi dengan menerbitkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Medan ke setiap satuan Pendidikan yang ada di Kota Medan, tanpa memberikan alternatif format pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Kota Medan, bahkan terkesan seperti auto pilot policy,” tambah pengamat dan praktisi Pendidikan ini.

Tidak seriusnya Dinas Pendidikan Medan membuat format atau kebijakan serta regulasi yang sesuai dengan kondisi kebutuhan Pendidikan, terlihat beberapa waktu lalu pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Kajian Pendidikan Pusdikra Sumatera Utara, minimnya peserta.

“Ya seharusnya libatkan juga pakar dan praktisi pendidikan dalam menganalisis dan membuat format pembelajaran darurat dan jangan hanya pasrah dengan kebijakan pusat,” ujar Peneliti Pusdikra Sumatera Utara ini.

Ketidak seriusan itu sudah tampak, beberapa bulan lalu ketika adanya pelatihan pembuatan evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan, ternyata minat guru-guru untuk hadir dan ikut pelatihan sangat minim, dan bahkan Kasie bidang kurikulum Dinas Pendidikan Medan mengaku kecewa ketidak hadiran peserta, ini semakin mempertegas bahwa Dinas Pendidikan Medan tidak serius mencari solusi dari persoalan Pendidikan khususnya di Kota Medan.

Dinas Pendidikan Kota Medan perlu melakukan evaluasi total format dan Kebijakan Pendidikan Kota Medan yang di sesuaikan dengan kondisi lapangan, jangan hanya terpaku pada regulasi Pusat dan Provinsi.

“Pak Kadis Pendidikan Medan seharusnya sangat memahami kondisi objektif kebutuhan format pembelajaran seperti apa yang di butuhkan satuan Pendidikan Kota Medan, karena masing-masing daerah kondisi akibat Pandemi ini tidak sama, harus ada langkah kongkrit untuk menyelamatkan keberhasilan Proses belajar mengajar khususnya di Kota Medan”, tambah Doktor Manajemen Pendidikan UIN Tulungangung ini mengakhiri wawancara. (AS)