DEMA UIN SU, Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Muhammad Azhari Marpaung (Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) bersama Syahnan Afriansyah (Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara)

MUDANEWS.COM, Medan – Muhammad Azhari Marpaung (Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) bersama Syahnan Afriansyah (Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

“Aksi bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan yang mengakibatkan 6 orang terluka dan tersangka meninggal dunia sudah sangat tidak dapat ditolerir lagi,” ucap Azhari.

Azhari juga menambahkan aksi terorisme tersebut dilakukan oleh orang yang tidak beragama. Azhari menyampaikan bahwa tidak ada satupun agama di Indonesia ini yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan perbuatan keji dan tidak manusiawi seperti itu.

Mengutip salah satu ayat Al Quran نَارًا وَأَهْلِيكُمْ أَنْفُسَكُمْ قُوا آمَنُوا الَّذِينَ يَا أَيُّهَا يَا  Azhari juga menilai sudah saatnya setiap individu masyarakat yang beragama harus membentengi diri, keluarga agar tidak mudah terjerumus kepemahaman dan tindakan yang menyesatkan dan bisa mengancam keselamatan orang banyak.

Syahnan selaku Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menyampaikan bahwa insiden bom bunuh diri yang dilakukan oleh oknum RMN di Mapolrestabes Medan harus bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Syahnan juga mengharapkan semua korban luka–luka tersebut semoga lekas sembuh dan dapat berkumpul dengan keluarga masing–masing.

Dalam hal ini Syahnan juga meminta agar semua element masyarakat terus mendukung pemerintah melalui BNPT, Kepolisian dan instansi terkait dalam membasmi terorisme, menangkal paham–paham radikalisme, dan juga saling bahu membahu dalam melawan dan menangkal paham–paham menyesatkan tersebut. Intinya terorisme dan radikalisme musuh kita bersama ujar Syahnan.

Syahnan juga menyayangkan masih saja ada oknum–oknum yang menyalahkan pemerintah dan instansi pemerintahan terkait kejadian teror yang terjadi. Yang namanya paham–paham radikalisme dan kejadian teror tidak bisa kita sebut karena kelalaian si A, si B dan lain–lain tambah Syahnan. Sudah saatnya kita melawan aksi teror dan paham radikalisme tutup Syahnan. Berita Medan, SA