Presiden yang Terdzolimi
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM – “Sudah 4 tahun Jainudin didzolimi,” ungkapan itu dilontarkan Hendrik Thohir, ketua Tim Pemenangan Capres Jainudin.

Tentu saja bukan tanpa alasan Hendrik melontarkan hal itu, mengingat begitu buruknya perlakuan rakyat Angin Ribut terhadap Presidennya.

Sejak Jainudin menjabat sebagai Presiden, rakyat selalu mendzoliminya. Dimulai dari memperolok-olok ekspresi wajah, kemampuan berbahasa asing, wawancara, berpidato, menyanyi, nilai IPK dan IQ, hingga berjuta fitnah.

Jainudin difitnah sebagai keturunan komunis. Padahal Jainudin akan mengebuk jika komunis bangkit lagi. Dia juga difitnah pro asing dan aseng. Padahal dunia luar begitu takutnya terhadap Jainudin. Mereka takut Negeri Angin Ribut akan menjadi negara super power yang akan menegakkan keadilan di muka bumi.

Ketika di negeri sana ada presiden yang kabur saat didatangi guru honorer. Justru Jainudin menemui para guru honorer di sekolah-sekolah dan langsung mengangkatnya menjadi pegawai negeri.

Bukan hanya guru honorer yang mendapatkan rezeki nomplok saat kepemimpinan Jainudin, tapi Perangkat Desa dan semua tenaga honorer kebagian berkahnya. Begitu besarnya jasa Presiden Jainudin kepada mereka.

Ketika di negeri sana ada presiden yang selalu berdusta, bahkan saat debat capres. Maka tidak pernah ada satu pun kata dusta keluar dari mulut Jainudin. Semua yang diucapkan Jainudin akan selalu sesuai dengan data dan faktanya.

Ketika ada presiden yang dengan diam-diam tengah malam menaikkan harga kebutuhan pokok. Maka Jainudin diam-diam tengah malam memanggul karung beras untuk diberikan kepada rakyatnya yang kelaparan.

Ketika ada presiden yang tidak jelas asal-usulnya sehingga rakyatnya menuntut test DNA. Maka nasab Jainudin sangat jelas bebet, bibit dan bobotnya. Jainudin bin Ngachiro bin Dilan bin Mukidi bin Joko bin Mulyono bin Widodo dan seterusnya hingga sampai kepada Nabi Adam.

Ketika presiden lain ada yang memiliki pasal karet untuk menjerat lawan politiknya. Maka Jainudin mampu bersikap adil terhadap semua rakyatnya. Jainudin meyakini bahwa semua rakyat Angin Ribut adalah warganya yang harus dilindungi dan diayomi.

Karakteriskik kepemimpinan Jainudin sudah mirip dengan Khalifah Umar bin Khattab. Kesabaran Jainudin sudah mencapai level Nabi Ayub.

Namun sayang, kesempurnaan Jainudin tidak disadari seluruh rakyatnya. Mereka malah menggaungkan gerakan ganti presiden. Mereka lebih memilih calon Presiden penculik, pelanggar HAM, seorang Nasrani yang akan mendirikan khilafah dan tidak memiliki pengalaman memimpim dari level RT hingga gubernur.

Mencermati keinginan rakyat Negeri Angin Ribut yang ngotot ingin ganti presiden, seperinya Jainudin sudah tidak cocok lagi menjadi presiden kedua kalinya di negeri itu. Jainudin akan lebih cocok menjadi Presiden Negeri Angin Puyuh. Sebuah negeri yang penduduknya memiliki ilmu kanuragan yang tidak dimiliki warga negara lain di belahan bumi manapun. Yaitu ilmu KEBAL DIKIBULIN.

Oleh sebab perilaku rakyat Negeri Angin Ribut yang sudah dzolim kepada Presidennya. Semoga saja negeri itu diazab dengan memiliki pemimpin yang cerdas, tampan dan sholeh.

Aamiin ….

Penulis adalah Nurhaidin