FGD KAHMI Sumut, Pendidikan Islam Era Revolusi Industri 4.0
flyer

MUDANEWS.COM, Medan – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW Kahmi Sumut) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pendidikan dengan tema “Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.O” pada pukul 09.00 sd 12.00 WIB bertempat di Balitbang Pemprovsu Jalan SM Raja No 198 Medan, Selasa (19/11/2019).

Adapun narasumber yakni Dr. H. Amiruddin Siahaan, M.Pd (Dekan FITK UINSU), Dr. Muhyarsyah, SE., M.Si (Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Medan), Fadhlullah, SE., MM (Ketua Yayasan Perguruan Islam Al Amjad) dan Moderator Prof Sri Minda Murni (Ketua Bidang Pendidikan MW KAHMI Sumut).

“Diskusi sangat penting, kita semua peserta diharapkan memberikan masukan pada acara tersebut,”  terang Ketua Umum PW KAHMI Sumut Murlan Tamba didampingi Irwan Bahri Sekretaris Umum.

Menurut Murlan, pendidikan Islam selayaknya harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dengan Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 ini jangan hanya dilihat aspek disruptifnya saja, namun peluang yang terbuka sangat lebar.

“Para praktisi pendidikan islam sudah seharusnya bekerjasama dan bersinergi dalam mengakomodir tantangan revolusi industri 4.0 menjadi peluang kebangkitan Islam, yang dimulai dari pendidikan,” terangnya.

Ia menambahkan, pendidikan Islam pada dasarnya adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui proses pendidikan dan ajaran Islam tersadari bahwa kita adalah makhluk yang harus tunduk dan patuh akan kebesaranNya sehingga kita sadar dari mana, sedang dimana dan akan kemana. Pendidikan dan ajaran Islam membuat manusia cerdas dalam melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang ada dalam alquran dan hadits. Quran dan hadits menjadi dasar proses dan pencapaian tujuan pendidikan Islam, yaitu terampil mengabdi kepada Allah swt secara komprehensif.

FGD ini adalah rangkaian kegiatan Seminar Nasional dan Rakorwil KAHMI Sumut pada Sabtu (30/11/2019). “Dari FGD ini nantinya diharapkan bisa menghasilkan pokok-pokok pikiran bagi pemerintah provinsi sumut sebagai bagian konstribusi dari mw kahmi sumut,” tandas Murlan. Berita Langkat, red