Demo Pabrik PT PP Lonsum Dolok Karyawan Pukuli Aktivis GRP

Kericuhan terjadi disaat mahasiswa melakukan orasi didepan gerbang PT Lonsum

Laporan: Erwin

MUDANews.com, Lima Puluh, (Sumut) –  Aktivis Gerakan Rakyat Pribumi (GRP) Batubara, Rabu (22/3) melakukan aksi unjuk rasa didepan gerbang kantor Pabrik PT PP Lonsum Dolok Estate, sekira pukul 11.00 Wib dipukuli Kariyawan dan Security.

Dari pengamatan Wartawan, pemukulan itu berawal saat koordinator GRP Yusroh Hasibuan membacakan statetmennya, menganggap bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pencemaran lingkungan terhadap pengolahan buah sawit yang dipermentasi, namun tidak memiliki alas atau lapis beton. Bahkan,  saat dipantau langsung oleh GRP perusahaan itu melakukan permentasi pengelolaan sawitnya tidak memiliki wadah yang standar bahkan melakukan permentasi pengelolaan itu langsung beralaskan tanah.

“Kami minta Kepala Dinas Lingkungan Hidup baik Kabupaten maupun pusat segera mencabut izin operasi ataupun amdal dari PT.PP Lonsum karena diduga telah melakukan pencemaran lingkungan”, tegas Yusroh.

Sekira 20 menit berselang , datang pihak Security perusahaan sengaja langsung emosi dan marah bahkan memerintahkan temannya menghidupkan sirene tanda darurat untuk mengepung para pendemo, lalu dengan arogannya beberapa karyawan perusahaan dipimpin Assisten TS dan Kades NSB serta Mandor HEN langsung mencekik dan menunjang tubuh para pendemo .

“Apa udah mantab kali kalian demo disini, siapa yang bayar kalian, atas dasar apa kalian demo disini”, ucap lantang Assisten TS yang memarahi para pendemo.

Yusroh Hasibuan dikonfirmasi menjelaskan, bahwa sebelum melakukan aksi sudah memiliki izin untuk aksi damai di perusahaan tersebut dari Polres Batubara.

“Kami punya izinnya pak, jadi jangan bilang kalau kami tidak berhak untuk menyampaikan aksi damai ini disini”,ucapnya.

Pihak karyawan yang diduga tidak mengerti atas prosedur tersebut, mendengar penjelasan itu malah semangkin marah dan brutal memukuli para pendemo bahkan membanting alat pengeras suara dan helm milik Yusroh.

Puas memukuli pendemo, oknum Assisten TS menangkap dan menggiring pendemo menuju gudang dan mengusir wartawan yang mengikuti para pendemo.

Satu jam kemudian para pendemo baru dilepaskan kawanan karyawan dengan keadaan lebam lebam.

Pihak GRP yang merasa dirugikan dan tercederai dari aksi damai yang dilakukannya namun berujung pemukulan melakukan Visun dan membuat laporan tindak kekerasan itu ke Polsek Lima Puluh. [pa]