Resesi
Gunawan Benjamin

MUDANEWS.COM, Medan – Kabar tidak sedap datang dari China yang menutup sejumlah kota yang ada di negara tersebut. Akibat penyebaran Covid-19 yang memburuk. Ini menjadi kabar sekaligus ancaman bagi ekonomi dunia.

“Mengingat sejauh ini motor penggerak ekonomi global salah satu motornya dari China. Tren positif ekonomi AS belakangan sepertinya akan sirna pengaruhnya, seiring munculnya ancaman perlambatan ekonomi global karena China justru tengah berhadapan dengan masalah serius,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/1/2021).

Ekonomi China yang terpukul tersebut bisa saja menjadi ancaman baru bagi kita semua. Khususnya bagi masyarakat yang ada di Sumut.

“Karena lockdown tersebut, harga CPO hari ini anjlok yang jelas akan merugikan banyak masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Jadi jangan terlalu optimis yang berlebihan menatap tahun 2021 ini,” jelas Benjamin.

Semuanya masih dalam ketidakpastian. Dan semuanya bisa saja berujung kepada kondisi yang lebih buruk. Kabar dari WHO yang menyebut bahwa Covid-19 akan memburuk di tahun ini, harusnya menjadi catatan penting bagi kita semua.

“Jangan sampai terlena hanya dengan mengandalkan vaksin. Meskipun vaksin ini menjadi salah satu jalan keluar untuk mengatasi masalah kesehatan dunia,” ujarnya.

Benjamin mengatakan kita terlalu optimis dalam menatap pertumbuhan ekonomi yang akan mencapai 5% di tahun ini. Yang saya kuatirkan adalah mengenai alokasi anggaran yang ditetapkan pemerintah.

“Saya mengkuatirkan jika pemerintah justru memberikan alokasi anggaran yang lebih besar untuk investasi,” ujarnya.

Saat waktu berjalan, bisa saja Covid-19 kian menjadi-jadi. Dan membuat kita membutuhkan banyak anggaran yang harus terserap untuk menjaga daya beli masyarakat salah satunya lewat bantuan sosial. Ini harus jadi fokus kita bersama.

“Jangan sampai terlena dengan kehadiran vaksin seakan dipastikan menjadi solusi jitu dalam menghadapi semua masalah baik kesehatan maupun ekonomi,” ujarnya.

Segala kemungkinan teburuk harus dipertimbangkan. Bagi Sumut, masalah lockdown di China bisa menjadi masalah serius bagi kita disini.

“Mengingat kita mengandalkan ekspor sawit ke negeri tirai bamboo tersebut. Pemerintah daerah harus menghidupkan kembali kebijakan Prokes guna mengantisipasi lonjakan kasus di Sumut,” ujarnya.

Jangan sampai negara lain terpuruk, kita disini juga terpukul karena Covid-19. Dampaknya sangat buruk sekali dan kita harapkan sebaiknya masyarakat Sumut lebih waspada disini.

“Jangan anggap enteng, masalah Covid-19 saat ini sangat berpeluang menciptakan gangguan ekonomi di tanah air khususnya Sumatera Utara. Dan berkaca kepada kondisi saat ini, saya melihat sejauh ini resesi masih akan berlanjut,” pungkasnya. (red)