DPP GMNI
DPP GMNI

Diantara banyak organisasi mahasiswa yang ada di Indonesia yang menarik untuk menjadi perbincangan ialah GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang berdiri pada 23 Maret 1954. GMNI menjadi satu satunya organisasi mahasiswa yang selalu konsisten mengusung nasionalisme Indonesia, Marhaenisme, Pancasila, Tri-Sakti dan ajaran Bung Karno lainnya hingga di era milenial saat ini, kendati mengalami masa pasang surut.

Menariknya, GMNI disebut sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan bagi mahasiswa yang gandrung akan persatuan, kesatuan dan persaudaraan nasional untuk mewujudkan cita cita Negara Kesatuan Republik Indonesia di proklamirkan. Selain itu, keberpihakan terhadap kaum yang di miskinkan oleh sistim yang menindas rakyat Indonesia bahkan bangsa di dunia menjadi satu konsentrasi yang tidak terbantahkan dengan melihat proses transformasi kesadaran dan pengetahuan kepada sesama kader maupun anak bangsa.

Sikap politik organisasi GMNI selalu menjadi perhatian dan pertimbangan pemerintah, apalagi saat ini Trisakti ajaran Bung Karno telah menjadi simbol kebijakan dan pembangunan bangsa rejim Jokowi-JK.

Diketahui, pada 15-19 November 2017 yang lalu GMNI baru saja menyukseskan agenda Kongresnya yang ke-XX di Minahasa, Sulawesi Utara, dengan beberapa hasil dan rekomendasi kongres yang menjadi penantian publik terutama mengenai sikap sikap politiknya. Disamping itu, kongres juga telah memutuskan Robaytullah Kusuma Jaya sebagai Ketua Umum dan Clance Teddy sebagai Sekretaris Jenderal DPP GMNI 2017-2019.

Setelah beberapa waktu pasca Kongres, ternyata pada 21 Desember 2017 ( dini hari) kepengurusan DPP telah selesai dan rampung disusun.

Ketua DPP Politik dan Keamanan GMNI- Andi Junianto Barus yang ditemui di kawasan Menteng, Jakarta menerangkan bahwa penyusunan kepengurusan DPP GMNI tidak bisa memakan waktu yang singkat, banyak proses yang harus dilalui sampai rampungnya pengurus harian DPP GMNI.

” sebagai salah satu tim penyusun kepengurusan DPP GMNI, saya merasa penting untuk mempertimbangkan segala sesuatunya demikian pula rekan yang lain termasuk Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal. Situasinya cukup dinamis, sebab di era transisi seperti ini kita harus memastikan semua pengurus pusat itu dapat melaksanakan tugas organisasi , politik organisasi dan ideologi dengan baik dan tepat sehingga bermanfaat kepada kader GMNI, bangsa dan Negara yang kita cintai” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama itu, ketika ditanya mengenai sikap GMNI terhadap pemerintahan Jokowi-JK dan dinamika kebangsaan saat ini, jawabannya terlihat masih tertutup dengan beberapa point menarik menjadi catatan.

” soal sikap ini, kita perlu menyampaikannya secara resmi dan teratur lah. Sebagai organisasi mahasiswa tentu langkah dan sikap GMNI merujuk pada satu mekanisme organisasi yang akan ditetapkan. Yang pasti GMNI kedepan melakukan perombakan pola kerja organisasi dan kaderisasi. Kedua, GMNI akan lebih massif bergerak sebagai juru bicara kebangsaan kepada segenap anak bangsa. Ketiga, GMNI terus kritis dan bergerak keseluruh kampus kampus melakukan konsolidasi gerakan sesuai dengan misi organisasi.

Keempat, GMNI akan bekerja sama dengan seluruh anak bangsa untuk mencapai masa depan Indonesia gemilang dengan konsep dan program intelektual kita. Untuk sikap terhadap rezim saat ini, semuanya tertuang di amanah Kongres, dan nanti akan di perjelas oleh Ketua Umum pada saat pengukuhan DPP GMNI.” Terangnya

Saat ditanya terkait pelaksanaan pelantikan dan kehadiran Persiden Jokowi dalam pelantikan, Andi menjawabnya dengan datar. ” kita lihat saja nanti, pak Presiden bisa datang apa tidak, yang pasti pengukuhan DPP akan di informasikan kesemua teman teman media. Ok.” Tutupnya.