Foto: Teknisi memperbaiki instalasi listrik.
Foto: Teknisi memperbaiki instalasi listrik.

 

MUDANews.com, Medan (Sumut) – Kondisi listrik yang masih sering padam, membuat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) HT Erry Nuradi mengingatkan para pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sumut soal hal tersebut. Apalagi disebutkan, akan ada penyesuaian (kenaikan) tarif dasar listrik tahun ini.

“Penyesuaian tarif harus diimbangi dengan kualitas pelayanan terbaik. Jangan ada lagi masyarakat atau konsumen di Sumut yang berkeluh-kesah, merasa kecewa, maupun dirugikan,” tutur Erry saat menerima audiensi pejabat PT PLN Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (2/2) lalu.

Erry meminta, kenaikan tarif dasar listrik yang katanya disesuaikan dengan ketentuan yang ada, agar diimbangi dengan pelayanan PT PLN ke masyarakat, yakni kenaikan tingkat kualitasnya.

Begitu juga dengan sosialisasi yang maksimal ke masyarakat, soal kenaikan tarif dasar listrik ataupun pengurangan subsidi terhadap pelanggan 900 kVA. “Ini harus disosialisasikan dengan baik. Baik itu media, pemda, akademisi, dan seluruh stakeholder yang ada. Lebih dari itu, terpenting bagi masyarakat adalah persoalan pelayanan. Jangan sampai tarif dasarnya disesuaikan, tapi pelayanan tidak disesuaikan,” tegas Erry.

Erry kembali ‘menyentil’ PT PLN yang masih melakukan pemadaman jelang perayaan hari besar agama. Meskipun itu akibat persoalan teknis, seperti gangguan pembangkit atau jaringan listrik. “Ke depan diharapkan PLN melakukan penyempurnaan pelayanan, agar lebih baik lagi. Paling penting pembangkit yang ada dapat beroperasi dengan maksimal, sehingga tidak ada lagi pemadaman. Kalau pun terjadi persoalan teknis, kita masih memiliki cadangan listrik,” harapnya.

Sementara Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Wilayah Sumut, Jadima Purba mengaku, pihaknya akan berusaha memenuhi harapan Gubernur Sumut terkait peningkatan pelayanan PT PLN kepada masyarakat, termasuk meminimalisir pemadaman atau gangguan teknis.

“Kami dari PLN akan berusaha memenuhi harapan dari pemimpin kita, terutama sisi pelayanan. Kami akan meminimalisir pemadaman ataupun gangguan,” bebernya.

Ia mengatakan, mulai 1 Januari 2017 sebenarnya pemerintah telah melakukan pengurangan subsidi kepada pelanggan rumah tangga 900 kVA. Sedangkan pelanggan 450 kVA tetap mendapatkan subsidi. “Kami akan terus bersosialisasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen, khususnya masyarakat Sumut,” pungkas Jadima.[jo]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here