Pahlawan Pemilu
Ilustrasi

MUDANEWS.COM – ‘Cinta satu malam, oh indahnya, cinta satu malam, oh…’ goyang biduan menjadi daya tarik aduhai di pesta kampanye siang ini.

Aku sebagai bagian dari perhelatan pemilihan kepala daerah, tidak bisa diam. Dari tangan satu ke tangan yang lain aku ikut bergoyang. Muda, tua, emak-emak, gadis remaja, miskin, dan lusuh menjadi prioritas utama yang harus aku bius.

Kupengang tangan mereka. Itu kalau di acara hip-hiphura semacam ini. Namun, aku lebih suka cara intens datang ke rumah-rumah mereka, menikmati aura kegelisahan nan kian membuncah di bulan menuju hari-H.
Wajar bukan sebuah usaha?

Aku suka sorot mata mereka. Sorotan mata memelas agar mendapat sedikit banyak cinderamata khas pemilu. Tapi aku lebih suka jual mahal.

‘Cinta satu malam, oh buatku melayang…’ Goyang biduan tambah panas seiring cuaca cerah merekah siang ini. Mau tidak mau, aku yang sedari pagi dibagikan kepada simpatisan, leyek sebagai kudung penutup panas matahari.

Tapi aku masih jadi pahlawan di rumah-rumah renta. 12 bulan aku akan mengisi tembok kayu jebol lapuh milik Pak Sudira. Tim sukses RT milik pasangan Cabe Rawit. Kulihat dia masih membagikan puluhan lembar teman-temanku.

Tapi aku bangga. Bukan hanya 12 bulan aku bisa bersama mereka. Berita yang baru saja kudengar, kalender versi pertama tahun 2014 pasangan Cabe rawit masih tertempel di rumah Pak Sudira.
Beliau memang sosok yang menghargai pahlawan.
End.

Penulis adalah Hendri Hidayat