Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ketua Majelis Syariah PPP Maimun Zubair (keempat kanan), Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan), dan Ketum PPP Romahurmuziy (ketiga kiri) berfoto bersama para pengurus PPP dalam penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Bimtek Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat (21/7) (Ant: Rosa Panggabean)
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ketua Majelis Syariah PPP Maimun Zubair (keempat kanan), Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakim Saifuddin (ketiga kanan), dan Ketum PPP Romahurmuziy (ketiga kiri) berfoto bersama para pengurus PPP dalam penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Bimtek Anggota DPRD Partai Persatuan Pembangunan di kawasan Ancol, Jakarta, Jumat (21/7) (Ant: Rosa Panggabean)

MUDANEWS.COM, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan dukungannya pada Joko Widodo untuk kembali mencalonkan pada Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019). Dukungan ini diberikan dalam Musyawarah Kerja Nasional 2017 di Ancol, Jakarta.

“Secara resmi PPP kembali mencalonkan Jokowi sebagai capres 2019, Allahuakbar,” ujar Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, Jumat (21/7).

Ia mengatakan, dukungan ini diberikan setelah mendengarkan masukan dari pimpinan-pimpinan wilayah selama berlangsungnya Mukernas. Jokowi kembali akan diusung karena kinerjanya selama ini dinilai baik dan berhasil.

Mulai dari pemerataaan pembangunan infrastruktur, pemberantasan pencurian ikan, pemberantasan kartel, dan penetapan satu harga bahan bakar minyak dari Sabang hingga Merauke.

Belum lagi hasil survei internasional COECD yang menyatakan kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi masih tinggi.

“Di pusaran konflik, kader PPP sejati merasa Jokowi adalah kita. Kami PPP, Kami Jokowi,” ujar Romahurmuziy.

Dalam Pilpres 2014, PPP yang awalnya dipimpin Suryadharma Ali bergabung Koalisi Merah Putih. Partai berlambang kakbah ini bersama empat partai lain mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Namun, sikap politik PPP terbelah setelah SDA menjadi tersangka dan terjadi dualisme kepemimpinan. PPP yang dipimpin Romahurmuziy mendukung pasangan Jokowi dan JK. Sementara itu, PPP Djan Faridz tetap dalam koalisi merah putih.

Tetapi akhirnya, Djan Faridz menyatakan dukungan kepada Jokowi setelah lebih dari setahun berkonflik.

Selain PPP, dukungan lebih dulu dideklarasikan Partai Golkar. Dukungan merupakan salah satu hasil dan pernyataan Politik dalam Rapimnas di Balikpapan, 22 Mei lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here