Serangan udara Arab Saudi di Yaman merenggut banyak korban sipil, termasuk anak-anak. (Reuters/Khaled Abdullah)
Serangan udara Arab Saudi di Yaman merenggut banyak korban sipil, termasuk anak-anak. (Reuters/Khaled Abdullah)

MUDANEWS.COM, Sanaa – Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta penyelidikan independen dilakukan terkait serangan udara koalisi Arab Saudi yang merenggut setidaknya 30 korban jiwa termasuk sipil di Sanaa.

“Kami mengingatkan semua pihak terkait konflik, termasuk Koalisi, akan kewajiban untuk memastikan pemenuhan hukum kemanusiaan internasional,” kata jurubicara bidang hak asasi manusia, Liz Throssell, Jumat (25/8).

“Belum jelas saat ini penyelidikan apa yang sudah berjalan dan apa yang telah ditemukan.”

Awal pekan ini hingga 24 Agustus kemarin, 58 warga sipil terbunuh di Yaman, “termasuk 42 di antaranya oleh Koalisi yang dipimpin Saudi,” dan oleh kelompok bersenjata tak dikenal dan Komite Populer terkait dengan pemberontak Houthi, ujar Throssell.

Hari ini, serangan udara kembali terjadi di Sanaa. Insiden terbaru ini merenggut 12 nyawa, termasuk enam anak-anak, kata orang-orang yang menyelamatkan korban kepada Reuters.

Serangan di Faj Attan di pinggiran kota tersebut juga mengenai setidaknya dua bangunan hingga luluh-lantak.

Pesawat tempur itu diyakini berasal dari Koalisi Saudi yang telah berperang selama 2,5 tahun melawan gerakan Houthi, kata sejumlah saksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here