Warga Protes, Proyek Milyaran Rupiah Diduga Tidak Sesuai Bestek
Keterangan Foto: Proyek di Desa Tanah Merah, Kecamatan​ Airputih, Kabupaten Batubara.

MUDANEWS.COM, Berita Batubara – SUMUT. Warga setempat protes, proyek Sungai Tanjung, Dusun IV, Desa Tanah Merah, Kecamatan​ Airputih, Kabupaten Batubara yang mencapai Milyaran Rupiah sepanjang 200 Meter, disinyalir tidak sesuai dengan Bestek atau acuan yang benar dan terkesan asal jadi.

Beberapa warga sempat mendatangi proyek itu, Rabu (26/4), dan mempertanyakan langsung atas kualitas barang-barang yang digunakan seperti Batu Gamping (Batu Apung) serta jaring Kawat yang terlihat begitu halus (Kecil) dan dikuatirkan nantinya dapat mudah putus atau hancur karena tidak kuat menahan tekanan debit air yang begitu derasnya di Sungai Tanjung tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan proyek yang menggunakan Batu Gamping dan Jaring Kawat kualitas rendah yang mudah hancur”, ucap Sholeh Pelka warga setempat yang protes saat dilokasi.

Bukan hanya itu, selain barang-barang yang digunakan tidak sesuai standart, proyek itu juga tidak memiliki Plank Proyek pemberitahuan sehingga pantaslah warga setempat mempertanyakan dan mensinyalir bahwa proyek itu adalah proyek ‘Hantu’ atau tidak jelas sumber dana dan acuannya.

“Ini proyek ‘hantu’, tidak jelas berapa dana yang disalurkan dan dari mana sumber dananya. Bahkan lebih parahnya lagi ketika kami tanya kepada pemborongnya yaitu Manalu, yang katanya dari Siantar itu, diapun tidak bisa menjawabnya dimana Planknya dan berapa dana yang disalurkan dan dari mana asalnya,” ketus Sholeh.

Sang Pemborong (Manalu) ketika dikomfirmasi langsung Wartawan ini, tidak bisa berbicara lebih terkait proyek Bronjongan yang dikerjakannya itu saat ini. Pasalnya, proyek itu dalam tuturnya adalah proyek satu paket dari Siantar dan Plank pemberitahuannya itupun juga berada di Siantar, namun ia (Manalu) tetap enggan untuk memberitahukannya.

“Ini proyek satu paket dari Siantar bang, karena tempat ini (Sungai Tanjung/red) yang diperintahkan untuk dikerjakan, ya,” makanya tempat ini yang kami kerjakan sepanjang 200 Meter,” ucap Manalu.

Sampai berita ini telah dikirim ke Redaksi, warga setempat sampai saat ini masih berharap penuh agar pemerintahan setempat maupun pihak penegak hukum dapat meninjau proyek ‘Hantu’ yang disinyalir menjadi ajang permainan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Berita Batubara, Erwin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here