FUSI UINSU Medan Bedah Buku
Drs Muhammad Aswin MAP bersama penulis dan peserta di Aula Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam

MUDANEWS.COM, Medan – Acara bedah buku ”Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta.” Ditulis oleh seorang aktivis kemanusiaan, Ahmad Khoirul Fata, Nova Sofyan Hakim dkk.

Team yang tergabung dalam SOIP (Save Our Indonesian Ports) datang dari pulau jawa dan menjadi narasumber di berbagai Kampus di Medan, salah satunya yang dipanitiai oleh Jurusan Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Studi islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU Medan), Senin (26/11/2018).

Ketua Prodi jurusan Pemikiran Politik Islam, Drs Muhammad Aswin MAP, sekaligus narasumber mengatakan bahwa Pintu Perekonomian di Negara Indonesia ‘terancam’ dikuasai oleh asing, contohnya JICT (Jakarta Internasional Container Terminal) dan TPK KOJA yang merupakan gerbang utama Ekspor Impor Negara Indonesia, Pelabuhan JICT dan Koja berperan vital terhadap ekonomi nasional dan kedaulatan NKRI.

Namun terindikasi bahwa asset-aset strategis tersebut ‘justru’ dijadikan jaminan utang. Akibatnya, negara kita menanggung kerugian sampai 4.8 T.

Aswin menambahkan, poin penting dalam bedah buku ‘Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta.’

“Pelabuhan merupakan aset strategis bangsa. Pelabuhan itu terpenting adalah bagaimana meletakkan konteks desain pelabuhan sebagai kerangka ekonomi besar. Ada kecenderungan, aset-aset strategis jadi jaminan utang, sperti JICT dan TPK Koja,” ungkapnya.

Dengan demikian, dijadikan jaminan maka kemungkinan asset nasional tersebut terancam jatuh ke tangan asing akan sangat besar. Perlakuan atau kondisi seperti di JICT (Pelindo II) banyak diduplikasi oleh BUMN lainnya.

Menurutnya, output dari penulisan buku tersebut mengahasilkan sebuah buku yang isinya patut menjadi renungan dan dipahami masyarakat karena menyangkut kondisi asset nasional negara kita.

“Karena siapa lagi yang sayang kepada negara kita ini kalau bukan kita sendiri , khususnya seorang aktivis Mahasiswa,” jelasnya. Berita Medan, Cokro