ISNU Langkat, Mengucapkan Milad MABMI Ke-49 Tahun

ISNU Langkat, Mengucapkan Milad MABMI Ke-49 Tahun
Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Dhevan Efendi Rao (Buya Dhev)

MUDANEWS.COM, Langkat – Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia atau disingkat dengan MABMI adalah sebuah lembaga sosiokultural tempat berhimpunnya masyarakat Melayu Indonesia, yang memiliki tujuan (matlamat) untuk menjaga, memungsikan, dan mengembangkan adat dan kebudayaan Melayu bagi masyarakat pendukungnya.

Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia adalah ekspresi dari kehendak masyarakat Melayu untuk berhimpun, memusyawarahkan keberadaan adat dan kebudayaan Melayu, baik dalam konteks daerah, provinsi, nasional, bahkan Dunia Melayu. Masyarakat Melayu ini memang menyadari bahwa ketiadaan institusi tempat bermusyawarah mengenai adat dan budaya mereka ini, mengakibatkan kurangnya daya dorong dan lesat, serta potensi integrasi sosiobudaya.

Oleh karena itu, pada tahun 1971 beberapa tokoh adat dan budaya Melayu, khususnya di Provinsi Sumatera Utara, bermusyawarah secara informal perlunya dibentuk institusi tersebut. Para tokoh adat dan budaya Melayu ini di antaranya adalah: H. Raja Syahnan, Tengku Amin Ridwan, Tengku Abunawar Sinar, Tengku Nurdin, Achmad Tahir, Tengku Luckman Sinar, dan lainnya melahirkan secara aklamasi Majelis Adat dan Budaya Melayu Indonesia (disingkat MABMI).

Tahun 1973, berdasarkan musyawarah besar (mubes) dibentuklah kepengurusan MABMI ini yang dinakhodai oleh Prof. Tengku Amin Ridwan, Ph.D. Beliau secara kontinu berusaha sekuat dayanya memajukan MABMI dan kebudayaan masyarakat Melayu Sumatera Utara khususnya dan Indonesia secara umum. Masa beliau mengurusi MABMI ini banyak kegiatan yang diusahakan.

Di antaranya adalah berbagai penelitian mengenai bahasa dan budaya Melayu secara umum, dan kemudian dijadikan hasil-hasil kajian berupa buku, makalah, prosiding seminar, baik di komunitas sivitas akademika, terutama Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara dan berbagai universitas swasta lainnya.

Saat ini juga masyarakat Melayu Sumatera Utara menyelenggarakan Pesta (Pekan) Budaya Melayu yang diselenggarakan di berbagai daerah tingkat dua di Provinsi Sumatera Utara. Bahkan PBM ini menjadi kalender resmi Pemerintah Sumatera Utara dalam memajukan kebudayaan dan kepariwisataan Sumatera Utara.

Di tengah mengikisnya budaya silaturahmi ini, perlu ada upaya serius untuk membangkitkan kembali dan merawat tradisi Nusantara yang sangat baik ini. Melalui Milad Hari Jadi MABMI Ke-49 Tahun Perlu menanamkan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya merawat keutuhan anggota keluarga dan nilai-nilai kekeluargaan.

Nilai-nilai keagamaan khususnya tentang pentingnya silaturahmi bisa juga diinjeksikan ke masyarakat. Dalam Islam misalnya, disebutkan dengan jelas kalau silaturahmi adalah salah satu jalan menuju surga.

Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad Saw juga menegaskan tentang tidak masuk surga bagi siapa saja yang memutus hubungan silaturahmi. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah silaturahmi dalam Keislaman.

Meski begitu, ajaran-ajaran normatif saja tidak cukup, perlu ada berbagai upaya atau cara kreatif agar tetap bisa menjaga keutuhan keluarga dan memelihara persaudaraan. Misalnya metode retreat, kemah keluarga, makan-makan bersama dalam even-even tertentu. Semua itu sangat bermanfaat untuk terus menjalin silaturahmi.

Spirit silaturahmi bukan hanya penting bagi individu dan keluarga saja, tetapi juga bagi masyarakat atau bangsa secara umum.

Bayangkan jika kita (warga Indonesia) memandang semua warga negara di Tanah Air ini —apapun partai, etnis, ormas, agama, dan bahasa mereka— sebagai sebuah keluarga atau kerabat yang harus dibantu dan dikasih-sayangi, maka dampaknya akan sangat dramatis dan revolusioner bagi perubahan sosial masyarakat dan bangsa ini.

Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat Dhevan Efendi Rao (Buya Dhev) menegaskan, salah satu makna penting silaturahmi misalnya sebagai mekanisme rekonsiliasi yang sangat efektif, bagi upaya penyelesaian berbagai kekhilafan, perselisihan, ketegangan, atau konflik-baik antar anggota keluarga atau masyarakat, yang terjadi di masa silam.

“Silaturahmi juga bisa dijadikan sebagai sarana atau medium relasi sosial, untuk memecahkan perbagai kebuntuan dan problem ruwet di dalam keluarga maupun masyarakat secara umum. Semoga bermanfaat,” ucapnya, Sabtu (20/6/2020) di Langkat.

Hari Jadi Milad Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia yang ke 49 tahun ini dapat menyatukan silaturahmi umat Islam dan menjaga kerukunan umat beragama.

Ketua PC ISNU Kabupaten Langkat dan segenap Unsur Dewan Penasehat Dewan Ahli Pengurus Harian dan Keluarga Besar PC ISNU Kabupaten Langkat Mengucapkan Selamat Yaumul Milad Barakallahu Fii Umrik Hari Jadi Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Yang Ke 49 tahun semoga Sukses, Berjaya dan Sejahtera para pemimpin besar PB MABMI serta mendoakan Ketua Umum PB MABMI Dato’ Srilelawangsa H Syamsul Arifin SE agar senantiasa tercurah keberkahan keselamatan kesehatan dan rezeki yang berlimpah ruah berkah Amin Ya Rabbal Alamin.

“Semoga organisasi kemasyarakatan dan kesukuan ini menjadi kekuatan besar dalam menyatukan silaturahmi umat Islam dan menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia tercinta,” tuturnya. Berita Langkat, red