Pendidikan Politik Demokrasi untuk Kota Cimahi

Pendidikan Politik Demokrasi untuk Kota Cimahi
Peserta Webinar

MUDANEWS.COM, Cimahi – Webinar ke 4 yang diadakan oleh Aliansi Pemuda Jawa Barat Peduli Demokrasi bertajuk “Pendidikan Politik Demokrasi untuk Pemuda di Kota Cimahi”.

Agenda tersebut dihadiri oleh pemuda Cimahi dengan berbagai latar belakang. Narasumber yag dihadirkan pada kesempatan kali ini yakni Ir Mohamad Irman Ketua KPU Kota Cimahi, Ahmad Hidayat SH MM Koor Divisi SDM dan Organisasi BAWASLU Kota Cimahi, dan Arlan Siddha SIP MA Direktur Komunikasi IPRC sekaligus akademisi. Moderator yang memandu pada kegiatan tersebut yakni Rendy Merta Rahim SIP.

Ir Mohamad Irman menyampaikan bahwa institusi demokrasi dan budaya demokrasi perlu disolidkan dengan partisipasi pemuda didalam partai politik dengan membawa dampak positif pada demokrasi kita.

Pendidikan Politik Demokrasi untuk Kota Cimahi
Flyer

“Dalam proses demokrasi terbagi dalam tiga kanal yakni input melibatkan parpol, proses melibatkan penyelenggara dan out put menghasilkan pemimpin. Rekan-rekan pemuda diharapkan punya sensor ship untuk mencegah penggunaan media yang sifatnya negatif dan menangkal terganggunya nilai-nilai demokrasi. Tugas saya yakni bagaimana menciptakan bahan baku dalam pemilu untuk nantinya menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” ujar Irman, Senin (14/12/2020).

Ahmad Hidayat memaparkan bahwa sistem yang hari ini bisa mengakomodir seluruh kepentingan yaitu demokrasi. Saat ini, banyak sektor yang mulai terkikis nilai demokrasinya, baik hak untuk menyuarakan pendapat maupun hak untuk berkumpul. Proses demokrasi hari ini harus kita kawal bersama agar tidak dikuasi oleh segelintir orang saja.

”Demokrasi kita sedang sakit seiring dengan terjadinya pandemi. Cimahi baru saja dibuli karena hetrick, dan itu adalah hasil atau produk dari pemilu. Bagaimana kemudian hal ini dapat diperbaiki agar tidak terulang lagi kedepan. Kalau hari ini banyak hal yang tidak sesuai, kita meyakini bahwa bukan demokrasinya yang salah melainkan orang-orang yang menjalankannya,” ungkapnya.

Arlan Siddha memberi pandangan bahwa demokrasi bukanlah tujuan, karena demokrasi tidaklah statis karena demokrasi itu bersifat dinamis. Pemuda perlu menjadi pioneer dan star engineer untuk menciptakan politik, kebudayaan, dan kemapanan demokrasi.

“Demokrasi itu ya simple, bagaimana pelibatan masyarakat dilibatkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Kalau kita lihat proses pemilu yang dilakukan oleh rekan-rekan bawaslu dan kpu ya ada 3 lembaga penting yang berperan yakni KPU, Bawaslu, dan Partai politik. Kita juga harusnya sudah memikirkan substansi demokrasi, seperti hak untuk berbicara dan sebagainya yang menjamin hak-hak masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan terakhir moderator meyampaikan kesimpulan bahwa pemuda perlu saling bertautan untuk menciptakan good action antara lembaga dan masyarakat dalam membetuk demokrasi yang sesuai substansi. (red)