Pendidikan Untuk Merdeka

Pendidikan Untuk Merdeka
Muhammad Toyib

MUDANEWS.COM – Pendidikan merupakan proses bagi seorang manusia untuk merubah sifat dan kepribadiannya dari yang kurang baik menjadi baik, bahkan lebih baik. Atau sering kita sebutkan pendidikan sebagai usaha untuk memanusiakan manusia.

Dalam hal ini, pendidikan seharusnya membantu peserta didik untuk menemukan yang paling penting dalam kehidupannya, yakni terbebas dari segala mengekang kemanusiaannya menuju kehidupan yang penuh dengan kebebasan.

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan di anugerahi hak yang sama, hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kesetaraan, serta kebebasan dalam mendapatkan hak-haknya sebagai seorang insan. Oleh sebab itu, manusia yang kuat tidak boleh menindas manusia yang lemah, manusia yang miskin harus diperlakukan sama dengan manusia yang kaya dalam mendapatkan kepentingan umum tanpa terkecuali. Oleh sebab itu, penindasan dan pengekangan mesti dihapuskan didalam kehidupan masyarakat Indonesia maupun dunia.

Dalam dunia pendidikan, hal ini sangat penting untuk diketahui oleh orang-orang yang terlibat dalam proses pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Agar menyadari bahwa tujuan pendidikan yang sebenarnya adalah membebaskan, atau dengan kata lain ‘Pendidikan Untuk Merdeka’.

Oleh sebab itu, tidak benar jika pendidikan dijadikan sarana untuk membelenggu dan menjajah manusia yang ingin, maupun sedang menikmati proses pendidikan di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah negeri dan juga swasta, dengan memanfaatkan jabatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh si penjajah tersebut.

Namun pendidikan pada saat ini benar-benar mengalami fase terburuk. Di mana praktek-praktek pengekangan, penjajahan, penindasan bahkan penghisapan sampai menjadikan mahasiswa atau peserta didik sebagai sapi perah kian marak terjadi didalam praktek penyelengaraan pendidikan kita. Dapat berupa kebijakan kampus maupun sekolah, baik negeri maupun swasta yang terang-terangan lebih banyak merugikan kepentingan peserta didik.

Ini bisa berupa kebijakan kenaikan uang kuliah yang sangat mahal, biaya sekolah dan kuliah yang sangat mahal, biaya pembangunan, pembayaran uang ujian, pembayaran ijazah, pembayaran bimbel yang mahal, bahkan pelarangan untuk demonstrasi, serta intimidasi terhadap setiap peserta didik yang ingin kritis terhadap lingkungan.

Selain itu,  dunia pendidikan dalam kegiatan belajar dan mengajar juga mengalami praktek penindasan dan pengekangan, dimana dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik tidak bebas untuk menuangkan pemikirannya, dan peserta didik cenderung diumpamakan seperti gelas yang kosong, yang tinggal menerima air atau ilmu dari guru atau dosennya untuk memenuhi ruang kosong pada gelas atau pikiran tersebut. Sangat membahayakan apabila praktek belajar model ini terus diterapkan dalam dunia pendidikan kita, karena praktek belajar model ini dapat menyebabkan potensi-potensi besar yang ada pada diri peserta didik tidak berkembang dan peserta didik cenderung malas untuk kritis dan mencari tau kebenaran tentang hal tersebut, sehingga peserta didik malas berpikir.

Permasalahan biaya pendidikan yang sangat mahal, masih menjadi masalah besar yang tak kunjung dapat di benahi oleh pemerintah. Rata-rata masyarakat desa, masyarakat termarjinalkan, masyarakat dengan ekonomi rendah ke bawah kesulitan untuk mendapatkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi atau Universitas.

Dikarenakan biaya pendidikan yang sangat mahal, dengan tingkat pendapatan dari masyarakat desa termarjinalkan sangat sedikit dan berbanding terbalik dengan biaya pendidikan yang sangat mahal dan biaya-biaya lainnya yang jelas mencekik masyarakat kecil. Dan masyarakat daerah terpencil cenderung mendapatkan pendidikan dengan fasilitas apa adanya, yang nyata-nyata tidak layak untuk digunakan sebagai fasilitas belajar mengajar, hal ini jelas-jelas bukti terjadinya praktek pembedaan atau pengkastaan dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat yang mempunyai uang dan masyarakat yang tidak mempunyai uang atau miskin.

Sehingga pendidikan di pedesaan sangat berbeda dengan pendidikan di desa-desa terpencil dan penghisapan terhadap peserta didik dengan membuat biaya pendidikan yang sangat mahal.

Sistem kapitalis yang merambah ke dalam dunia pendidikan, menyebabkan lembaga pendidikan yang tadinya tempat melakukan kegiatan belajar-mengajar, kini lembaga pendidikan berubah menjadi tempat untuk memperkaya diri atau lembaga pendidikan berubah menjadi pabrik-pabrik yang digunakan untuk memerah para peserta didiknya. Hal ini dapat dibuktikan dengan biaya pendidikan yang sangat mahal, naiknya uang kuliah dan uang sekolah dari tahun ke tahun, dan peserta didik di paksa untuk membayar biaya pendidikan dengan diterapkan sangsi-sangsi ke pada peserta didik bagi yang belum membayarnya, seperti tidak bisa mengikuti perkuliahan dan belajar mengajar di sekolah, serta tidak bisa mengikuti ujian di sekolah maupun di perkuliahan.

Praktek korupsi di dalam dunia pendidikan yang sangat memprihatinkan, maraknya tindak korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan kita, jelas merugikan mahasiswa dan peserta didik. Di mana seharusnya dana bantuan dari pemerintahan yang masuk ke lembaga-lembaga pendidikan swasta maupun negeri bisa digunakan untuk kepentingan mahasiswa maupun siswa, dengan adanya tindakan korupsi tersebut dana bantuan tidak sampai kepada mahasiswa karena sudah di begal di tengah jalan oleh para koruptor dunia pendidikan. Dan buruknya fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah dan kampus-kampus berbanding terbalik dengan biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh peserta didik ini membuktikan praktek korupsi dunia pendidikan marak terjadi. Sangat membahayakan karena merugikan mahasiswa dan peserta didik.

Hal-hal yang dipaparkan di atas jelas-jelas bertolak belakang dengan tujuan pendidikan yang ada di indonesia yaitu “pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa” dan menurut penulis ”pendidikan untuk merdeka”.

Kini semua tinggal harapan yang mungkin akan tercapai, kita sebagai masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat baik itu mahasiswa dan lain-lain, haruslah jeli melihat permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan kita dan jangan sampai kemajuan bangsa kita terhambat karena pendidikan kita yang masih tidak merata dan masih tertinggal sehingga anak-anak bangsa kita tidak maju dan berkembang.

Perubahan harus segera digaungkan oleh masyarakat Indonesia. Dan pemerintah harus melakukan perbaikan terhadap permasalahan pendidikan yang terjadi di dalam dunia pendidikan. Agar tujuan pendidikan kita benar-benar tercapai sehingga masyarakat Indonesia dari segala penjuru daerah, dari segala jenis masyarakat baik yang kaya atau yang miskin, baik yang di perkotaan sampai ke pedesaan semuanya dapat memperoleh pendidikan yang merata tanpa di beda-bedakan.

Pendidikan jangan dijadikan sebagai ajang bisnis, sebagai ajang untuk memperkaya diri, biaya pendidikan yang sangat mahal haruslah dirubah oleh pemerintahan maupun daerah menjadi biaya pendidikan yang murah tapi tidak murahan serta terjangkau oleh seluruh elemen masyarakat indonesia.

Dengan diterpakannya pendidikan untuk merdeka, ini akan membantu masyarakat Indonesia terkhusus anak-anak bangsa yang dengan mudah akan mendapatkan pendidikan yang layak dan pendidikan yang merata tanpa ada perbedaan pada si kaya dan si miskin serta pendidikan dengan biaya terjangkau akan membantu masyarakat kecil, termajinalkan serta miskin untuk memperoleh pendidikan yang layak, sehingga anak-anak mereka sekolah dan dapat merubah nasib mereka di masa depan.

Selain itu, pendidikan untuk merdeka bermanfaat bagi peserta didik, dikarenakan peserta didik dituntut untuk belajar keras, berpikir keras untuk mencari tau ilmu yang akan dipelajarinya, sehingga melatih peserta didik untuk kritis dan aktif di bidang keilmuan serta peserta didik tidak menjadi peserta didik yang malas. Dan apabila masyarakat dan anak-anak bangsa kita sudah cerdas dan memiliki kepribadian yang baik maka bukan tidak mungkin dengan melihat potensi-potensi besar yang ada di negara kita, baik itu berupa potensi alamnya, pariwisatanya dan potensi-potensi lainnya bukan tidak mungki negara kita akan menjadi negara yang maju dan masyarakatnya menjadi masyarakat emas dan potensial dalam membangun bangsa di masa depan dengan mewujudkan pendidikan yang merdeka dan terjangkau.

Penulis berpesan melalui tulisan yang sederhana ini, kita sebagai masyarakat Indonesia dapat sadar dan melihat dengan jelas permasalahan dunia pendidikan serta dapat melihat potensi-potensi yang dapat kita capai apabila negara kita dapat menerapkan pendidikan untuk merdeka serta menghapuskan segala bentuk penjajahan, penghisapan, pengekangan, serta pembeda-bedaan dalam memberikan proses pendidikan kepada masyarakat Indonesia serta tindak korupsi yang merajalela di dalam dunia pendidikan dapat dihilangkan, maka penulis optimis Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari negara-negara yang ada di dunia.

Dan kiranya tulisan ini dapat menyadarkan kita sebagai masyarakat Indonesia, baik berupa masyarakat sipil, mahasiswa, dan pemerintah serta para pemilik lembaga-lembaga pendidikan. Sehingga kita bersama-sama berperan untuk memperbaiki permasalahan di dalam dunia pendidikan dan kita dapat mewujudkan pendidikan untuk merdeka. []

Penulis : Muhammad Toyib (Mahasiswa FKIP UISU dan Kader HMI Cabang Medan-Komisariat UISU).