Dosen PGSD UMN Al-Washliyah, Menerapkan Pengabdian Masyarakat

Dosen PGSD UMN Al-Washliyah, Menerapkan Pengabdian Masyarakat
Arrini Shabrina Anshor, S.Pd., M.Pd

MUDANEWS.COM, Medan – Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai Dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Arrini Shabrina Anshor, S.Pd., M.Pd sebagai Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMN Al Washliyah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

PKM ini terlaksanakan pada hari Sabtu (23/11/2019) di SD Rizki Ananda Desa Marindal I Kecamatan Patumbak.

Ibu Evi Khairani, S.Pd selaku Kepala Sekolah beserta Bapak dan Ibu Guru SD Rizki Ananda juga turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini mengambil tema PKM “Penerapan Kreativitas Lagu-Lagu Daerah Oleh Guru SD Rizki Ananda Desa Marindal I Kecamatan Patumbak”.

Bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Pelestarian Tradisi, maka wajib menerapkan kreativitas proses pembelajaran dalam membudayakan dan melestarikan tradisi budaya seperti Lagu-Lagu Nusantara yang ada di Indonesia.

Pelaksanakan PKM ini bertujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi untuk memberikan penerapan kreativitas pada guru-guru dalam modifikasi pembelajaran lagu-lagu daerah (tradisional) di SD, memberikan contoh kreatif dalam modifikasi lagu-lagu daerah agar terlihat lebih menarik di SD, dan Siswa SD senang dan antusias dalam membudayakan dan melestarikan lagu-lagu daerah (tradisional).

Dalam pemaparannya Arrini Shabrina Anshor, S.Pd., M.Pd menyampaikan tentang pemahaman kreativitas merupakan suatu upaya dalam memberikan ide maupun gagasan dalam memecahkan solusi sehingga dapat menemukansesuatu yang baru.

“Perlunya kreativitas-kreativitas dalam menyesuaikan perkembangan zaman, agar lagu daerah terlihat menarik dengan cara memodifikasi kultural (budaya) dan melakukan proses pembelajaran,” ungkapnya.

Secara umum proses kreatif dalam memodifikasi budaya dapat dilakukan dengan cara membuat sebuah karya atau komposisi musik lagu daerah dengan memadukan dengan alat-alat musik modern agar terlihat lebih menarik. Bisa dengan memadukan dengan alat musik seperti gitar, pianika, recorder, kerincing dan alat musik modern lainnya. Selain itu bisa juga memadukan dengan alat musik temporer, seperti botol yang dipukul dengan sendok, meja yang dipukul dengan jentikan jari maupun tepuk tangan.

“Rangkaian dari proses tersebut, sebagai salah satu perwujudan kreativitas atau kemampuan kreatif yang bersifat kolektif dalam mempertahankan kesenian lagu-lagu daerah,” tambah Arrini.

Sebagai landasan dalam pelaksanaan Ketentuan Umum Pasal 1 guru dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Pelestarian Tradisi dimana upaya dalam berkarya merupakan pengembangan kreativitas. Berita Medan, Alvian