Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Turki Tunjuk Tiga Imam dan Lima Muazin

Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid, Turki Tunjuk Tiga Imam dan Lima Muazin
Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet, menunjuk tiga imam dan lima muazin untuk bertugas di Hagia Sophia. (Net/Foto)

MUDANEWS.COM, Medan – Direktorat Urusan Agama Turki, Diyanet, menunjuk tiga imam dan lima muazin untuk bertugas di Hagia Sophia.

Salah satu destinasi di Turki paling banyak dikunjungi wisatawan itu akan menggelar Salat Jumat pertama setelah 86 tahun pada hari ini, Jumat (24/7).

Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki Ali Erbas, mengatakan tiga imam tersebut yakni Mehmet Boynukalin, Ferruh Mustuer dan Bunyamin Topcuoglu. Boynukalin merupakan seorang profesor Hukum Islam di Universitas Marmara Istanbul.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan akan bergabung bersama ribuan jemaah lainnya dalam salat Jumat perdana siang ini.

Erdogan resmi memfungsikan kembali Hagia Sophia menjadi masjid pada 10 Juli lalu.

Hagia Sophia awalnya berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun sampai penaklukan Istanbul. Lalu beralih menjadi masjid dari tahun 1453-1934.

Kemudian di beberapa waktu terakhir, situs tersebut difungsikan sebagai museum selama 86 tahun hingga akhirnya berubah kembali menjadi masjid di tangan Erdogan.

Selama menjadi museum, pada 1985 Hagia Sophia dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Meski telah beralih fungsi, namun Hagia Sophia tetap terbuka bagi wisatawan tanpa dipungut biaya.

Erdogan juga memastikan ikon Kristen akan tetap ada di Hagia Sophia meski sudah beralih fungsi menjadi masjid. Namun menurut Diyanet, simbol-simbol Kristen akan ditutup dengan tirai saat memasuki waktu salat, dan akan dibuka kembali selepas itu.

Sejumlah pemimpin dunia kecewa dengan keputusan Edrogan mengubah Hagia Sophia jadi masjid, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Beberapa pihak seperti UNESCO, Rusia, dan Yunani juga turut menyesalkan perubahan status Hagia Sophia menjadi masjid.

Yunani menganggap langkah Turki mengubah fungsi Hagia Sophia merupakan bentuk provokasi bagi peradaban. Yunani bahkan mengancam mengubah rumah Mustafa Kemal Ataturk di Thessaloniki menjadi museum genosida sebagai balasan.

Bagi masyarakat Turki, Mustafa Kemal Ataturk adalah tokoh besar yang telah membebaskan mereka dari belenggu penjajahan. Dia merupakan Bapak Bangsa Turki.

Sementara itu, Gereja Ortodoks Rusia menganggap selama ini Hagia Sophia sebagai salah satu tempat suci bagi umat Kristen Ortodoks Negeri Beruang Merah.

Sumber : CNNIndonesia.com