Yield Treasury AS Naik, Harga Emas Terpuruk

Yield Treasury AS
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Kurang lebih dalam sepekan terakhir, harga emas mengalami penurunan kinerja yang sangat signifikan. Harga emas di pekan terakhir Februari anjlok cukup dalam dari kisaran $ 1800-an per ons troy menjadi $ 1.700-an saat ini. Atau tepatnya dikisaran $1.713 per ons troy nya. Kinerja haga emas yang terhempas tersebut tidak terlepas dari daya tarik US Dolar yang sempat membaik.

Hal itu dijelaskan Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/3/2021).

“Kenaikan Yield Treasury AS yang sempat tembus 1.5%, menjadi salah faktor pemicu pelemahan harga emas. Kenaikan Yield Treasury AS berarti bahwa terjadi permintaan yang tinggi akan mata uang US Dolar itu sendiri. Jadi saat terjadi peningkatan permintaan US Dolar, maka asset lainnya seperti emas akan mengalami penurunan harga,” imbuhnya.

Pada dasarnya, kata Benjamin, saat Yield Treasury AS naik, bukan hanya emas yang dirugikan, bursa saham juga tidak terlepas dari aksi jual. Meskipun saat ini, daya tarik US Dolar mulai memudar seiring dengan Yield surat utang di AS yang mulai turun. Kinerja Yield tertinggi untuk Treasury jangka waktu 10 tahun sempat menyentuh 1.51% baru-baru ini.

“Namun, kenaikannya tertahan di level tersebut dan berangsur turun. Dari kejadian ini kita seharusnya bisa menilai bagaimana disaat terjadi ekspektasi pemulihan ekonomi, akan membuat emas menurun daya tariknya. Dan jika tahun ini adalah awal tahun vaksinasi yang pada akhirnya akan membuat ekonomi mulai mengalami pemulihan,” ujarnya.

Dijelaskan Benjamin, maka kesimpulannya adalah adanya potensi penurunan lebih lanjut pada harga emas. Dan jika proses pemulihan ekonomi di tahun ini benar-benar dimulai, maka dalam waktu dekat harga emas bisa saja melemah hingga ke level $1.500 per ons troy. Dan apabila ekonomi global terus mengalami pemulihan, harga emas bisa kembali ke angka fundamentalnya di kisaran $ 1.200-an per US Dolar.

“Jadi di tahun 2021 ini, peluang harga emas untuk melanjutkan penurunan sangat terbuka lebar. Semua arah kebijakan banyak Negara tertuju pada upaya bagaimana mengatasi masalah pandemi Covid-19. Dan jika ini berhasil nantinya, maka masyarakat akan kembali percaya pada fiat money. Dan tentunya emas menjadi tidak begitu menarik,” ujarnya. (red)