Haul Tuan Guru
TGB Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA dan Syekh Khaidir Dalimunthe

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu Utara – Ribuan umat hadir pada Haul ke I Tuan Guru Sukajadi Allahuyarham Syekh Muhammad Syukur Dalimunthe Labuhanbatu Utara Sumatera Utara, Senin (29/4/2019). Selain dihadiri para pejabat, Bupati, Dandim, Polres, juga dihadiri banyak para ‘Alim Ulama terkhusus tuan-tuan guru se-Sumut.

Dalam haul ini secara sengaja al Faqir Tuan Guru Batak Syekh Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA di undang Bupati dan tampak hadir bersama rombongan Bupati Labura yang juga digelar Khadimu al-Masyayikh Bapak Haji Kharuddinsyah Sitorus. Bupati dan Keluarga besar al-marhum tuan guru Sukajadi melalui penerus nadzir dan kemursyidan, yakni Syekh Khaidir Dalimunthe mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan terkhusus Tuan Guru Batak dari Simalungun.

Bupati H Kharuddinsyah dalam sambutannya menegaskan bahwa komitmennya untuk terus dekat dengan Ulama, para tuan-tuan guru serta memperhatikan rumah-rumah ibadah terkhusus rumah suluk adalah sudah merupakan bagian dari program pribadi dan pemerintahnya. “Para tuan-tuan gurulah yang berzikir dan mendoakan negeri ini agar jauh dari bala dan mala petaka, kamilah pemerintah yang menbangun fisik dan fasilitasnya,” ungkap Bupati.

Al-Faqir tuan guru batak diberi penghormatan untuk menyampaikan tausiah Haul Guru ini. Dalam tausiahnya, al Faqir Tuan Guru menegaskan tentang kewalian dan karomah Allahuyarham Syekh Muhammad Syukur Dalimunthe. Dan pentingnya kita mengambil keberkahan dari para Wali.

“Allahuyarham Tuan Guru ini adalah Wali Allah yang penuh karomah sebagai bentuk kedekatannya kepada Allah. Saya pernah menyaksikan langsung bagaimana Al-marhum Tuan Guru ini bangun ditengah malam dan berzikir berlama-lama dengan penuh khusyuk. Insya Allah dengan menziarahi beliau ini berarti kita menghidupkan namanya dan ketaqwaannya serta kita akan dapat hujan keberkahan dari Allah SWT,” ungkap Tuan Guru Batak.

“Kita berharap dan berdoa, agar Allah senantiasa meninggikan derajat al-marhum disisi Allah dan menambahi keberkahan majelis persulukan yang ditinggalkannya sampai yaumil qiyamah,” demikian doa tuan guru sekaligus menegaskan dirinya telah menjadi bagian dari ahli bait (keluarga) besar Allahuyarham Tuan Guru Sukajadi sebab sebelum wafat Tuan Guru ini telah menobatkan tuan guru batak sebagai anaknya.

Lebih lanjut Tuan Guru Batak menegaskan, bahwa tradisi haul ini merefleksikan perjuangan dan meneladani Ulama. Dan para pemimpin bangsa sejatinya harus mengambil bagian penting pada peneladaban ini. Para pejabat, elit politik dan penguasa harus dekat dengan Ulama. Jika tidak, maka negeri ini akan jauh dari keberkahan dan benteng moralitas,” ungkap tuan guru yang juga Dosen Pascasarjana UIN SU Medan.

“Para pemimpin tidak boleh jauh dari Ulama dan tempat majelis-majelis zikir atau pusat ibadah. Rumah Suluk adalah tempat keberkahan. Sebab di-mana ketaatan maka disitulah berkumpul keberkahan. Majelis suluk adalah majelis zikir yang disenangi para Malaikat Allah,” tuturnya merupakan alumni HMI.

Di akhir tuan guru memimpin doa, antara lain berharap kiranya Allah memuliakan dan memberikan keberkahan kepada kita dari kemuliaan bertabarruk kepada guru-guru kita yang membuat kita dekat kepada Allah ‘Azza Wajalla.

Robbi fanfa’nâ bibarkatihim wahdinâl husnâ bi hurmatihim. Wa amitnâ fî thorîqotihim, wa mu’âfâtin minal fitani. Ya Allah, dengan barokah mereka, berila kami kemanfaatan. Dan dengan kehormatan mereka, tunjukkan kami kepada kebaikan. Dan wafatkanlah kami di jalan mereka, dan selamat dari segala fitnah. Aamiin. Berita Labuhanbatu Utara, MN