Foto: Menag beri sambutan pada Konbes Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Yogyakarta.
Foto: Menag beri sambutan pada Konbes Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Yogyakarta.

MUDANEWS.COM, Yogyakarta – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Konferensi Besar (Konbes) di Asrama Haji Yogyakarta. Konbes yang diikuit utusan Pengurus Wilayah IPPNU dari 23 provinsi ini dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Kepada para pelajar putri NU, Menag menitipkan tiga pesan. Pertama, agar IPPNU terus belajar memahamai esensi ajaran Islam.

“Karena ini adalah organisasi pelajar, maka tetap dan teruslah mendalami dan menguasai esensi dan substansi yang sesungguhnya terkait ajaran Islam. Kuasai betul esensi ajaran pokok Islam,” tutur Menag di Yogyakarta, Jumat (27/10).

Menurut Menag, kekuatan pelajar ada pada kemampuan intelektualnya. “IPPNU harus kuat pada aspek ini, sehingga buahnya nanti akan kita petik dalam sikap toleran dan moderat,” ujarnya.

Pesan kedua, IPPNU diminta untuk membangun dialog. Menurut, kehidupan keagamaan saat ini diwarnai dengan pro dan kontra, tidak terkecuali di kalangan generasi muda. Menag berharap, IPPNU dapat membangun dialog.

“Karena IPPNU adalah pelajar, maka program deradikalisasi dilakukan dengan membangun dialog. Kekerasan tidak menyelesaikan masalah,” tegas Menag.

“Karenanya, IPPNU harus kuat terlebih dahulu dalam basis pengetahuan keislaman sehingga saat dialog, bisa menjelaskan dengan baik,” sambungnya.

Pesan ketiga, IPPNU agar ikut aktif dalam mengembangkan pendidikan pra nikah. “Selama ini kita tarlalu fokus pada pendidikan anak. Padahal pendidikan orang tua juga penting. Anak yang baik tergantung pada orang tua yang baik,” ujarnya.

Konbes IPPNU ini mengangkat tema “Pelajar Putri Bersinergi Kawal Deradikalisasi”. Ketum IPPNU Puti Hasni mengatakan, tantangan zaman semakin kompleks, terutama radikalisme beragama. IPPNU siap mensukseskan program deradikalisasi yang dilakukan Pemerintah.

“IPPNU serius untuk ikut membantu dan mendampingi pelajar putri. Radikalisme tantangan serius rumah besar Indonesia,” ujarnya.

“IPPNU akan berusaha memperjuangkan agar pelajar dan generasi perempuan Indonesia dapat bersaing di tingkat global dengan nilai-nilai NU,” tandasnya. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here