Hari Pahlawan dan Kepulangan Habib Rizieq Shihab

Hari Pahlawan dan Kepulangan Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab (Foto/net)

MUDANEWS.COM  – Hari ini tepat tanggal 10 November 2020 diperingati sebagai Hari Pahlawan bagi segenap rakyat Indonesia, dan dihari ini pula gegap gempita kepulangan sosok yang paling ditunggu oleh Umat Islam, yaitu Habib Rizieq Shihab. Beliau pulang dari Arab Saudi dan sampai ke Indonesia pagi ini di bandara Soekarno Hatta.

Hari Pahlawan identik dengan memperingati jasa para pahlawan Indonesia yang telah gugur di Medan Pertempuran membela tanah air, rakyat Indonesia merayakan ini sebagai bukti cinta mereka terhadap para pahlawan yang telah mengorbankan darahnya untuk negeri ini.

Lalu, sosok Habib Rizieq. Bukankah beliau pun dianggap pahlawan bagi mayoritas umat Islam, hingga kehadirannya pun kini sangat dinanti, ini dibuktikan bagaimana lautan manusia menyambut beliau di Bandara Soekarno Hatta. Pertanyannya, pantaskah seorang Habib Rizieq Shihab dinyatakan sebagai Pahlawan di negeri ini?

Jika berbicara mengenai pahlawan, tentu berbicara jasa. Jika seseorang sudah mempersembahkan hidup dan matinya untuk bangsa dan agama tentu dia pantas disebut pahlawan. Benarkah Habib Rizieq seorang Pahlawan? Bagi saya tentu saja beliau adalah pahlawan. Belum ada satupun manusia di negeri ini yang memiliki keberanian melebihi beliau, beliau tidak memiliki harta ataupun jabatan. Bahkan beliau sama sekali tak silau jabatan.

Siapa yang bisa mengumpulkan hampir 10 juta diseluruh Indonesia untuk menolak ketidakadilan? Siapa yang berani selalu mengatakan tidak pada penindasan? Sapa yang getol menolak setiap suap yang dilayangkan padanya asal diam untuk menyuarakan kebenaran? Siapa yang selalu difitnah, dihina, dicaci maki, demi memutus pergerakannya agar diam menyuatakan keadilan? Siapa yang paling dibenci oligarki? Siapa yang paling dibenci elit yang pro korupsi di negeri ini? Siapa yang paling dianggap “radikal” oleh rezim di negeri ini? Siapa yang diusir di negeri nya sendiri? Siapa yang paling ditakuti kepulangannya? Dan siapa juga yang dinanti oleh umat kepulangannya?
Jawabannya hanya satu Nama yaitu Habib Rizieq Shihab.

Bukankah sesuai apa yang dikatakan Soekarno, bahwa “Perjuangan ku akan mudan karena melawan para penjajah, tapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa kalian sendiri”. Inilah manifestasi Pahlawan yang diramalkan oleh Soekarno, yaitu melawan bangsa yang menindas, yang korup, yang zalim, yang membuat kebijakan pro asing, yang berusaha mengeksploitasi lingkungan, yang menipu rakyatnya dengan janji-janji manis, yang menghina agama rakyatnya, yang membunuh rakyatnya pada saat menyampaikan kebenaran, inilah yang dilawan oleh Habib Rizieq. Hingga beliau pun sangat dibenci oleh rezim yang anti-keadilan.

Kepulangan Habib Rizieq akan membangkitkan semangat baru bagi Umat Islam Indonesia, beliau bukan orang yang akan merubah Pancasila, karena beliau mencintai Pancasila, beliau tak akan merubah ideologi negara ini, tapi beliau meminta keadilan bagi Umat Islam dan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Bisakah negeri ini menghargai seorang Pahlawan yang hidup ditengah-tengah umat saat ini? Tak ada yang perlu ditakutkan dari beliau, beliau hanya seorang ulama yang lidahnya tak berhenti untuk berzikir, mencintai Alquran, mencintai umat Islam, mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, seorang ayah yang mencintao keluarganya. Beliau tak pernah meminta jabatan, karena jabatan tertinggi beliau adalah sang ulama.

Beliau memang keras, memang tegas jika itu masalah prinsip dalam agama dan bangsa. Siapa yang tak membenci koruptor, oligarki, penipu politik, mafia, rezim penindas rakyat, kita semua membenci itu, tapi siapa yang paling berani menyuguhkan lisan dan tindakannya untuk menyuarakan itu? Tentu saat ini hanya Habib Rizieq Shihab. Bahkan kematian pun sudah sangat ditunggu beliau, karena konsep Jihad yang tertanam di hati beliau.

Welcome Home yaa habibana Habib Rizieq Shihab. Kami menunggu komandomu untuk bersama-sama menegakkan keadilan di negeri ini. Salam.

By : Januari Riki Efendi, S.Sos
Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Pemikiran Politik Islam UINSU dan Pegiat Literasi.