KOHATI Cabang Banjar, Launching Kohati Care Angkat Tema Bercerai

KOHATI Cabang Banjar, Launching Kohati Care Angkat Tema Bercerai
Narasumber dan KOHATI Cabang Banjar

MUDANEWS.COM, Banjar – Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Kota Banjar, Jawa Barat, Me-launching kegiatan kohati care episode 1 dengan mengangkat tema “Bercerai”.

Bersama narasumber Bapak Achmad Fausi, SHI, selaku Hakim Pratama Utama, dan Ibu Nova Chalimah Girsang, S.H., MH., sebagai Advokasi Pendamping Hukum P2TP2A.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula KPU Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (19/01/2020).

Dengan berangkat dari maraknya perkara perceraian yang masuk ke PA, bahkan Jawa Barat, masuk dalam kategori tingkat perceraian yang tinggi, dengan berbagai faktor, yang menjadi masalah utama Ekonomi, KDRT, Pihak ke tiga/orang ke tiga, media sosial dll.

Asumsi masyarakat seringkali menganggap bahwa Pengadilan Agama adalah Kantor Perceraian, padahal ada banyak perkara yang bisa di tangani oleh PA seperti Pelaksana kekuasaan kehakiman, menikah siri, Hak Asuh Anak, Ahli Waris, Izin Poligami, Pembagian Harta, dll.

Di Kota Banjar pada Tahun 2018 lalu, ada 856 perkara yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) dengan cerak talak 256 perkara, dan cerak gugat 600, pada Tahun 2019 kemarin ada cerai talak 271, dan cerai gugat 261

Serta ada 7 dosa laki ;
1. Kucel di rumah, necis di luar
2. Panggilan Kesayang mulai luntur
3. Rumput tetangga lebih indah
4. Pelit ke Istri, royal ke orang
5. Tebar Pesona (medsos)
6. Malas kerja dan,
7. Iman jadi makmun

serta 7 dosa Istri ;
1. Kondangan tampil cantik, di rumah bau minyak angin
2. Eksis di medsos untuk di puji
3. Menuntut lebih kemampuan penghasilan sang suami
4. Cerewet
5. Kurang perhatian pada suami
6. Tidak mau solat Jama’ah &
7. Jadi mentri keuangan yang pelit

Cerai, bercerai dan perceraian bukanlah hal yang tabu, bahkan Indonesia salah satu tingkat perceraian paling tinggi, dan paling banyak penggugat adalah Perempuan (Istri) dan itu rata-rata pada usia produktif di angka 20-40 tahun.

Tentu dalan menangangi hal ini, perlu adanya kerja bersama baik dari pihak pemerintah dan masyarakat, serta ketahan keluarga sangat di butuhkan dalam membangun keluarga.

Bagi generasi muda, perencanaan yang matang dan baik sangat di perlu sebelum memutuskan untuk berkeluarga, kesiapan mental, fisik, dll.

Tentu untuk melahirkan generasi yang cerdas, pintar, berakhlak, dll tidak lepas dari peran keluarga yang harmonis.

Semoga di acara selanjutnya, Kohati Kota Banjar tetap menjadi Organisasi Perempuan yang terus mengawal isu-isu perempuan baik di Kota Banjar dan Indonesia secara umum. Berita Banjar, BQ