KAHMI Sumut :  Kehandalan Pribadi dan Konsisten Kebijakan Pemerintah Menangani Covid-19

KAHMI Sumut   Kehandalan Pribadi dan Konsisten Kebijakan Pemerintah Menangani Covid-19
Diskusi Ramadhan MW KAHMI Sumut

MUDANEWS.COM, Medan – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (MW KAHMI Sumut) dalam rangka kegiatan Peduli Covid-19.

Selain melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sejak awal Maret lalu, penyemprotan desinfektan beberapa masjid di Medan, membantu APD ke RS USU, pemberian masker dan sembako kepada masyarakat, konsultasi kesehatan dan psikologis secara on-line, juga melaksanakan diskusi daring, dengan digital platform.

Topik pembahasan diskusi meliputi berbagai kajian, keagamaan, hak asasi, kesehatan, sosial, ekonomi, bisnis, hukum, politik dan lainnya. Bagaimana menghadapi persoalan pandemi Covid-19 secara komprehensif, berbagai pandangan dibahas oleh MW Kahmi Sumut dalam bentuk diskusi serial.

“Mendalami permasalahan covid ini tentu melihat sejauh mana keadaan dan dampaknya di masa mendatang, apalagi bila dilihat dari permasalahan bahwa pandemik ini berdampak jangka panjang. Perlu kesiapan dari masyarakat, harapannya kepada Pemerintah agar melaksanakan berbagai kebijakan secara konsisten dengan tetap memperhatikan seluruh aspek secara totalitas menyeluruh,” terang Ketua Umum MW Kahmi Sumut Ir Murlan Tamba MM.

Murlan menambahkan, apa yang dilakukan Pemerintah, masih menghadapi berbagai kelemahan baik itu dari aspek koordinasi kelembagaan secara horizontal dan vertikal, maupun secara menyeluruh manajemen krisis yang diterapkan belum terintergrasi, masih ada ego-sektoral, yang berimplikasi kepada sinkronisasi program tidak terpadu, yang akhirnya menimbulkan ketidakdisiplinan bagi masyarakat dan tidak memiliki persepsi yang sama atas semua permasahan yang dihadapi.

“Yang paling penting sebagai masyarakat seperti yang disampaikan salah seorang nara sumber Prof Nawir Yuslem bahwa sebagai orang yang beriman, Al Quran sebagai petunjuk memerintahkan kita untuk mempunyai ilmu atau untuk mengetahui apa yang terjadi dihadapan kita. Jadi kita dituntut memiliki pengetahuan dengan keadaan saat ini, itu berarti kepatuhan atas protokol kesehatan menjadi sangat penting oleh umat,” jelas Murlan.

Diskusi yang dilaksanakan antara shalat isya dengan tarawih dihadir Pengurus MW Kahmi Sumut, Majelis Pakar dan Majelis Penasehat Kahmi Sumut, Forhati Sumut, MD Kahmi se- merupakan bagian dari pemikiran dari MW Kahmi Sumut dalam rangka menghadapi Covid-19.

Berbagai tokoh nasional, ulama, cendekiawan sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan konrtribusi kelembagaan MW Kahmi Sumut kepada internal Kahmi, Pemerintah dan masyarakat. Diskusi virtual yang berbasiskan teknologi digital platform ini bagian dari forum komunikasi silaturahim dan intelektual bagi segenap potensi alumni HMI,

Diskusi perdana, 26 April 2020 diisi oleh Prof Dr Syahrin Harahap MA, Guru Besar UIN-SU, dengan tema: Pemikiran Islam dan Modernisasi Hubungannya dengan Peradaban Manusia sebagai Akibat Covid-19.

Berlanjut pada tanggal 01 Mei 2020, Drs Ahmad Taufan Damanik, MA, Ketua Komnas HAM RI, dengan judul: Penanganan Covid-19 dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Pada Diskusi Virtual Ramadan Seri ketiga: 03 Mei 2020 Prof Dr Nawir Yuslem, MA (Guru Besar UINSU), dengan judul: Mengapa Tuhan Menurunkan Musibah? Akibat dari pandemi Covid ini, berbagai kegiatan politik juga tertunda, termasuk dalam hal ini Pilkada Serentak.

Juga hadir sebagai narasumber Viryan Azis SE ME, salah seorang Komisioner KPU RI dengan tema: Pilkada Serantak di tengah-tengah Pandemi Covid-19. Kemudian lebih fokus tentang kesehatan pada tanggal 10 Mei 2020 bertindak sebagai narasumber, Dr Abidinsya Siregar, dengan judul Ancaman dan Peluang Sumut Menghadapi Covid-19.

Sementara itu pada 14 Mei, Dr Guntur Syahputra Saragih MSM dan Ir Hamid Yusuf MM, dengan materi: Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi dan Bisnis. Penekanan ekonomi dan bisnis, bahwa dengan membesarnya angka PHK, harus ada upaya Pemerintah dalam hal mengatasi tidak saja dari aspek jaring pengaman sosial, yang utama adalah ekonomi masyarakat yang sekarang mengalami penurunan diharapkan selain dorongan kepada Pemerintah memberikan stimulus ekonomi, juga secara internal umat agar meningkatkan tingkat kedermawanan sebagai konsep filantropi, dan umat Islam yang memiliki kekuatan Ziswak agar dioptimalkan tentu dengan konsepsi sesuai dengan asas transparansi, integritas dan tepat sasaran.

“Masih tingginya persentasi angka kematian akibat Covid di Sumut hampir 12 %, di bawah angka nasional, kemudian ketidaktaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan, termasuk dalam hal ini arus mudik, dan kepulangan TKI menjadi harus menjadi perhatian utama dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tentang penanganan ekonomi, dengan refocusing anggaran yang diperkirakan 1,5 T, diperhitungkan oleh peserta diskusi masih kurang bilamana waktu krisis akibat wabah corona ini makin panjang. Perlu strategi dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” imbuhnya.

Pada tanggal 17 Mei 2020, Dr Chazali H Situmorang dan Dr dr Deliyuzar, dengan pokok pembahasan Kebijakan Jaminan Sosial dan Kesehatan Menghadapi Covid-19. Pada tanggal 20 Mei 2020 Dr Azhari Akmal Tarigan MAg, dengan materi yakni: Adakah Kekuatan Filantropi Islam di Tengah Pandemi Covid 19?.

“Dalam hal jaminan kesehatan dan jaminan sosial, adalah tidak tepat di situasi saat ini Pemerintah menaikan BPJS. Hal lain dari berbagai aspek politik bahwa penundaan Pilkada sebagai agenda politik di daerah bila dilaksanakan dalam masa pandemi ini perlu dikaji secara matang berbagai dampaknya,” terang Azhari.

Terakhir seri ke-9 pada tanggal 21 Mei 2020, sebagai penutup Diskusi Virtual Ramadhan menampilkan tokoh nasional yakni salah satu Komisioner Bawaslu Rahmat Bagda SH LLM, dengan pokok bahasan: Pilkada Serentak di tengah-tengah Pandemi Covid-19, Perspesktif Bawaslu. Pelaksanaan Pilkada serentak ini pasti mengalami banyak permasalahan dan tentu harus menyesuaikan dengan keadaan baik itu metode kampanye, yang disesuaikan dengan keadaan pandemi ini protokol kesehatan, maupun metode pemungutan suara dan lain-lain.

Selama 9 kali diskusi virtual ini, yang bertindak sebagai moderator yaitu: Dr Abd Rajab Pasaribu, Faisal Putra SH, dr Khairani Sukatendel, Hendra Utama, drg Sulfia Dewi Rambe, dan Usman Hasibuan. Seluruh kegiatan digital platform, dengan Zoom Cloud Meeting, difasilitasi oleh host yakni Ir Irwan Bahri, yang juga sebagai Sekretaris Umum MW Kahmi Sumut. Berita Medan, red