GAPAI Sumut: Upaya Kriminalisasi Ulama Mirip Gaya Antek Komunis

Koordinator GAPAI Sumut, Drg. M. Sahbana dalam kegiatan Subuh Berjamaah Nasional
Koordinator GAPAI Sumut, Drg. M. Sahbana dalam kegiatan Subuh Berjamaah Nasional

MUDANews.com, Medan (Sumut) – Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumatera Utara (Sumut) memberi pernyataan tegas terkait dugaan adanya kriminalisasi terhadap ulama di Indonesia.

Seperti yang diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq hari ini (Senin, 23/1) akan diperiksa sebagai saksi terlapor terkait ucapannya bahwa uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia terdapat logo mirip palu dan arit.

Melalui koordinatornya, Drg M. Sahbana, GAPAI Sumut menyatakan bahwa pihaknya menolak upaya kriminalisasi yang coba dilakukan kepada ulama serta ummat Islam tersebut.

“Kita menolak upaya-upaya kriminalisasi ulama serta ummat Islam,” katanya kepada MUDANews.com, Senin (23/1) pagi.

Bahkan, Sahbana menilai, upaya kriminalisasi tersebut mirip dengan gaya Komunis.

“Upaya-upaya ini mirip gaya para antek-antek Komunis yang mencoba memenjarakan para ulama sehingga ulama jauh dari ummat,” ujarnya.

Selain itu, GAPAI Sumut tidak hanya memberikan pernyataan tegas. Mereka juga berencana menemui Ketua DPRD Sumut terkait upaya kriminalisasi kepada ulama yang terjadi belakangan ini.

“Insha Allah kami akan kumpul di Masjid di DPRD sumut untuk minta bertemu dengan Ketua DPRD Sumut terkait persoalan kriminalisasi ulama yg akhir-akhir ini tengah terjadi,” demikian Sahbana.[am]