Manajer Tutup Mata, Diduga Banyak Kecurangan Pengerjaan Proyek PTPN IV Ajamu
Dugaan Solar Subsidi dalam mobil pick up

MUDANEWS.COM, Labuhanbatu – Berdasarkan informasi dari warga, saat melintas di area dekat perkebunan Meranti Paham (MEP) PTPN IV Ajamu II, Panai Hulu, Labuhanbatu seringnya angkutan berjenis mobil pick up berwarna biru melintas membawa muatan jirigen berisikan BBM ke arah perkebunan PTPN IV, namun karena penasarannya seorang warga yang tidak ingin disebut namanya mengikuti mobil pick up tersebut, ternyata pick up menuju ke daerah perkebunan, saat dilokasi terlihat adanya alat berat excavator yang sedang beroprasi dalam pengerjaan Replanting.

Mendapatkan informasi dari warga, wartawan lansung bergerak cepat menuju lokasi Perkebunan PTPN IV MEP Ajamu II, sampai dilokasi terlihat ada beberapa orang yang sedang beristirahat dan sebagian sedang melakukan aktivitas pekerjaan serta terlihat juga adanya alat berat excavator dan mobil pick up dengan bermuatan delapan jirigen yang berisikan BBM berjenis Solar diduga BBM solar Bersubsidi.

Wartawan bertanya siapa mereka, ternyata mereka adalah para pekerja dan saat ditanya siapa pengawas tidak satupun yang menjawab, semua memilih bungkam. Namun saat ditanya kembali mereka membenarkan yang berada di bak mobil pick up biru adalah bahan bakar alat berat Excavator yang digunakan untuk proyek Replanting/Chipping di Lingkungan Kebun MEP PTPN IV Ajamu II.

“Masalah Bahan Bakar Minyak Solar tanya sama AR lah, karena dia yang masukan ke kami, kalau aku hanya pekerja ngawasi beko kerja dan selesai lain dari itu gak ada,” sebut HRS salah seorang Pengawas Proyek.

Di tanya kembali (AR) itu siapa. Namun (HRS) tidak mejawabnya. Ternyata itulah lah fungsi pengawas Proyek oleh PT atas Pengakuan (HRS) saat dikonfirmasi melalui via pesan WhatsApp.

Dari pantauan Investigasi dari team, Rabu (26/6/2019), diduga adanya penimbunan BBM berjenis sollar di lingkungan kebun MEP PTPN IV Ajamu II. Hal ini dibuktikan dengan adanya timbunan minyak solar dalam poli tank yang berjumlah 4 poli tank. Dan ditambah jirigen-jirigen yang berisi solar yang diduga solar bersubsidi. Selain itu, dikonfirmasi manager PTPN IV Ajamu lewat telepon genggamnya, dan pesan WA. Manager PTPN IV Warsidi tidak menanggapi.

Dugaan keras BBM solar tersebut digunakan untuk bahan bakar Alat berat/excavator yang digunakan untuk proyek Replanting /Penchippingan di Lingkungan kebun MEP PTPN IV Kebun ajamu II.

“BBM tersebut benar digunakan buat bahan bakar alat berat,” kata operator alat berat tersebut. Menurut operator excavator tersebut, selama mereka mengerjakan proyek selalu menggunakan BBM jirigenan tersebut.

Selain itu, dan ketika kunjungan Investigasi team ke PTPN IV kebun MEP. Diduga pengerjaan chippingan banyak yang tidak sesuai SOP Kerja.

Pantauan wartawan, tidak ada satupun terlihat pengawas di lokasi saat pengerjaan proyek, kurang pengawasan dari pihak PTPN IV terbukti sewaktu team investigasi melakukan kunjungan kelapangan terlihat tidak ada pengawas dari pihak PTPN IV, diduga sangat banyak kecurangan dalam pengerjaan Proyek.

Di lokasi yang berbeda, Perkebunan yang sama, terlihat banyaknya tenaga kerja pemborong seperti, tukang babat dan semprot tidak di beri alat pengaman, pelindung keselamatan seperti helm, masker, sepatu, penutup lapis dada, kacamata, para pekerja juga mengeluhkan uang puding serta upah gaji kerja mereka yang masih dianggap kecil dan tidak sesuai dengan resiko pekerjaan yang mereka lakukan.

Manajer Tutup Mata, Diduga Banyak Kecurangan Pengerjaan Proyek PTPN IV Ajamu
Pekerja Kebun

Banyaknya para pekerja buruh yang tidak mendapatkan haknya saat melakukan pekerjaan oleh pihak Perusahaan, diduga kuat banyak kecurangan oleh oknum di Perusahaan tersebut, karena mengerjakan sesuatu Pekerjaan Tanpa Tahapan Standart Operasi Pekerjaan (SOP).

Manajer Tutup Mata, Diduga Banyak Kecurangan Pengerjaan Proyek PTPN IV Ajamu
Dugaan Solar Subsidi

Sebab, banyaknya keluhan dari para pekerja serta temuan Team investigasi di lapangan, diduga kecurangan pihak Perusahaan kepada para pekerja. Maka dari itu, pihak Disnaker Labuhanbatu terkesan tutup mata, kami minta pihak Disnaker Labuhanbatu agar memonitor dan menindak tegas Perusahaan yang diduga banyak melakukan kecurangan dan pembodohan terhadap tenaga kerja borongan.

Oleh sebab itu, kami minta Institusi Polri, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu agar lebih bersikap tegas kepada para Pengusaha dan Perusahaan jika terdapat adanya melakukan pelanggaran dalam melakukan pengerjaan proyek tersebut tanpa ada kesan menutup-nutupi kepada pihak mana pun. Berita Labuhan Batu, Team