Pilkada Serentak 2020, Dahnil, Bobby dan Anak Guru Ngaji
Ketiga Pemuda Masuk Bursa Calon Wali Kota Medan 2020-2025

MUDANEWS.COM, Medan – Anak muda bisa merubah nasib bangsa, karena memiliki pemikiran yang cemerlang untuk kemajuan. Asalkan dia berpotensi untuk menjadi seorang pemimpin. Dan tidak ada orang kaya dan miskin.

Juru Bicara Prabowo Dahnil Anjar Simanjuntak telah mengaku di dukung Prabowo dalam mengikuti kompetisi Pilkada Medan 2020. Begitu juga dengan menantu Jokowi Bobby Nasution yang mengaku telah direstui Jokowi untuk maju menjadi Calon Wali Kota Medan.

Hal itu diutarakan Tokoh Pemuda Sumatera Utara, Muhammad Rizky Dwi Putra, Kamis (12/9/2019) di Medan.

“Kedua sosok ini diyakini para kandidat Walikota Medan sangat memiliki kekuatan dari sisi finansial maupun kekuatan arus atas yang mampu melumpuhkan kekuatan-kekuatan kandidat lain dengan sangat cepat. Disamping mereka memegang akses nasional Dahnil Simanjuntak dan Bobby Nasution juga memiliki finansial yang matang,” ujar Rizky.

Berbeda dengan halnya seperti Mas’ud Silalahi yang namanya hingga saat ini masih diperbincangkan oleh kaum milenial di Kota Medan, seorang anak Guru Ngaji Kampung yang tidak memiliki akses nasional dan finansial yang memadai.

Mas’ud disamping Calon Walikota Medan yang digadang-gadang oleh beberapa kelompok organisasi mahasiswa dan pemuda melalui jalur independent ternyata usianya termuda diantara semua kandidat yang hari ini namanya telah muncul dipermukaan.

Bisa dibilang, jelas Rizky, bahwa Mas’ud Silalahi adalah sosok yang digadang-gadang maju menjadi Walikota Medan 2020-2025 ini adalah Calon Walikota termuda se-Indonesia. Betapa tidak, dalam usianya yang masih 25 tahun ia telah berhasil menggelorakan spirit perjuangan kaum muda.

“Tidak pernah mendeklarasikan diri untuk maju, namun banyak kaum muda yang memanggil-manggil beliau untuk mengisi pentas demokrasi Pilkada serentak 2020 mendatang,” ungkapnya.

Terang Rizky, seakan masyarakat sangat menginginkan sosok pemimpin yang lahir dari rahim umat, bukan atas dasar dorongan dan tekanan dari arus atas yang memiliki otoritas dalam menentukan kebijakan republik tercinta ini. Namun apakah Mas’ud Silalahi mampu bertahan dalam pergulatan yang sudah mulai memanas di Kota Medan ini dengan segala keterbatasannya?.

“Apakah Mas’ud Silalahi akan berani mendeklarasikan diri untuk menjadi Singa Metropolitan untuk melawan Gajah-Gajah Istana? Mari kita saksikan sesi berikutnya bersama,” pungkasnya. Berita Medan, red