Foto: Menag Lukman didampingi Ketum IPPNU pukul gong buka Konferensi Besar IPPNU di Yogyakarta.
Foto: Menag Lukman didampingi Ketum IPPNU pukul gong buka Konferensi Besar IPPNU di Yogyakarta.

MUDANEWS.COM, Yogyakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Konferensi Besar (Konbes) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Konbes yang akan berlangsung hingga 29 Oktober ini diselenggarakan di Asrama Haji Yogyakarta.

Mengangkat tema “Pelajar Putri Bersinergi Kawal Deradikalisasi”, Konbes ini diikuti perwakilan Pengurus Wilayah (PW) IPPNU dari 23 provinsi. Tampak hadir juga, Wakil Ketum PBNU, tampak hadir Prof. Dr. KH Ma’shum Mafhudz, Rois Syuriah PWNU DI Yogyakarta KH Mas’ud Masduki, Ketua Tanfidh PWNU DI Yogyakarta H Fahmi Idris.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Menag mengaku berkepentingan hadir pada Konbes karena agenda ini menjadi ruang aktualisasi generasi muda NU.

“Saya bersyukur bisa hadir. Karena saya sangat berharap dengan IPPNU dan IPNU sebagai generasi muda yang akan ikut mengembangkan mendatang,” terang Menag.

Kepada generasi muda NU, Menag berpesan agar terus mendalami esensi dan substansi Islam.

“Kuasai betul esensi ajaran pokok Islam. Pendiri NU telah merumuskan esensi ajaran Islam yang kemudian kita kenal dengan Islam Wasathiyah, moderat,” pesannya.

Ketua IPPNU Puti Hasni dalam sambutannya mengatakan bahwa Konbes merupakan agenda rutin organisasi yang harus digelar minimal sekali dalam satu periode. “Konbes dalam rangka konsolidasi organisasi dan kaderisasi. Juga membahas persoalan organisasi,” ujarnya.

Menurut Puti, tantangan zaman semakin kompleks, terutama radikalisme beragama. IPPNU siap mensukseskan program deradikalisasi yang dilakukan Pemerintah.

“IPPNU serius untuk ikut membantu dan mendampingi pelajar putri. Radikalisme tantangan serius rumah besar Indonesia,” ujarnya.

“IPPNU akan berusaha memperjuangkan agar pelajar dan generasi perempuan Indonesia dapat bersaing di tingkat global dengan nilai-nilai NU,” tandasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here