Foto: Pertemuan antara Mendagri Tjahjo Kumolo dengan Deputi Bidang Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan.
Foto: Pertemuan antara Mendagri Tjahjo Kumolo dengan Deputi Bidang Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan.

MUDANEWS.COM, Jakarta – Penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terus dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) salah satunya adalah dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti pertemuan antara Mendagri Tjahjo Kumolo dengan Deputi Bidang Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Kemendagri, KPK secara tegas menilai dengan kondisi saat ini, penguatan APIP perlu dilakukan, karena APIP ini adalah kunci dari apa yang terjadi di daerah selama ini.

“Kami dari KPK melaporkan ke Kemendagri untuk progres dan rencana yang kita miliki dalam rangka memperbaiki tata kelola di daerah,” kata Pahala di Gedung Kemendagri, Senin (18/9).

Pahala mengatakan saat ini KPK bersama Kemendagri telah bekerja di 360 Kabupaten/Kota dan 22 Provinsi. Namun, lanjutnya banyak daerah yang majunya lambat, meski ada juga yang cepat.

“Kadang mereka menunggu penindakan dulu baru maju, kedepan perlu kita tindaklanjuti lagi. Salah satunya penguatan APIP, karena mereka kunci di daerah,” tegasnya.

Penguatan APIP, kata Pahala, juga terus didorong supaya lebih banyak realistis di lapangan. Pelatihan, dan pembahasan studi kasus untuk pengadaan dan audit terus dilakukan.

“Ini kita sebut probity audit, jadi audit ke depan kalau mau ada pengadaan nanti inspektoratnya sudah bisa menentukan apakah kemahalan atau tidak. Dan bisa memantau jika ada salah dalam prosedurnya,” ujar Pahala.

Pahala meminta agar kerjasama ini perlu dipercepat, karena jika APIP di daerah kuat bisa mencegah terjadinya korupsi. Namun, KPK melihat APIP ini sudah kuat, hanya sarannya yang belum terealisasi.

Sementara, Tjahjo Kumolo memastikan jika draf regulasi untuk penguatan APIP sudah masuk ke Setkab. Dia meminta untuk menunggunya, karena pada intinya inspektorat itu adalah mata telinga kepala daerah. Dan memang yang tidak pernah itu adalah penindakannya.

“Mungkin sesama teman sendiri, apalagi dia bawahannya sekda, pangkatnya sama. Sekarang di APIP sudah kita bicarakan, terus kita didik dari awal lagi supaya lebih mandiri,” kata Tjahjo. (ka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here