Warga menyaksikan penembakan rudal Korea Utara yang disiarkan televisi. (AFP)
Warga menyaksikan penembakan rudal Korea Utara yang disiarkan televisi. (AFP)

MUDANEWS.COM, Tokyo – Peluncuran peluru kendali Korea Utara yang melintasi Jepang, Selasa pagi, membuat negeri matahari terbit menggenjot latihan pertahanan rudal yang dilaksanakan di pangkalan militer Amerika Serikat di Tokyo dan Iwakuni, Prefektur Yamaguchi.

Pengerahan sistem pertahanan rudal darat-ke-udara Patriot Advanced Capability 3 (PAC-3) berjalan sesuai rencana yang memang sudah disusun sebelum langkah provokatif terbaru dari Korut itu di Pangkalan Udara Yokota di barat Tokyo dan Pangkalan Udara Korps Marinir AS di Iwakuni.

“Peluncuran rudal Pyongyang yang bertepatan dengan awal latihan kami benar-benar tidak dapat disangka,” kata Hiroaki Maehara, komandan markas besar Komando Pertahanan Udara, usai latihan.

“Di sisi lain, jadi sangat signifikan bagi kita untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan sistem pertahanan rudal PAC-3 ini,” ujarnya sebagaimana dikutip Asahi Shimbun, Rabu (30/8).

Rudal Korut diluncurkan hanya berselang beberapa hari setelah menguji coba tiga rudal jarak pendeknya. Langkah itu dinilai sebagai provokasi kecil-kecilan, merespons dimulainya latihan bersama militer Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Namun, jalur lintasan kali ini mewakili eskalasi signifikan oleh Korut yang pada awal bulan ini juga sempat menyatakan akan menembakkan rudal melintasi wilayah Jepang ke arah Guam, wilayah AS di Pasifik. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara, menyatakan peluncuran rudal kemarin adalah langkah awal untuk “menangani” wialayah tersebut.

Selain Jepang, Angkatan Udara Korea Selatan pun menggelar latihan menyusul peluncuran tersebut. Tujuannya adalah untuk menyimulasikan kehancuran Kim Jong-un.

Beberapa jam setelah peluncuran kantor kepresidenan Korea Selatan secara resmi mengumumkan bahwa empat pesawat tempur F-15K telah menjatuhkan delapan bom MK84 pada target tersimulasi di area latihan Taebaek, timur laut provinsi Gangwon.

Dalam konferensi pers, juru bicara kepresidenan, Yoon Young-chan, mengatakan pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in ingin “menunjukkan kemampuan untuk menjatuhkan hukuman keras terhadap Korut.”

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan kepada CNN bahwa bom seberat satu ton itu mendarat tepat sasaran.

“Latihan ini mengonfirmasi kembali kemampuan Angkatan Udara Korea Selatan untuk menghancurkan kepemimpinan lawan di saat darurat,” kata pejabat yang tak disebutkan namanya itu.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here