Viral Surat Ketiga untuk Gubernur Sumut, Festival Danau Toba Diubah

Viral Surat Ketiga untuk Gubernur Sumut, Festival Danau Toba Diubah
Rismon Raja Mangatur Sirait

MUDANEWS.COM

Yth:
Gubernur Sumatera Utara
Edy Rahmayadi dimana saja

Saya bukan Pendekar Silat Pak ala Cina tapi saya hanya seorang Penggiat Budaya sejak Tahun 2006 sampai sekarang. Ketika Pak Elisa Marbun Kadis Pariwisata Sumatera Utara sudah pernah saya usulkan agar seluruh Komunitas Budaya, Komunitas Tari, Komunitas Adat, Praktisi seluruh Suku di Propinsi Sumatera Utara, di undang dan di data dengan data base yang akurat dengan tidak ada unsur KKN.

Tujuan di data para penggiat tersebut agar tidak salah sasaran dalam memberikan dana bantuan sosial atau dana pembinaan (Terindikasi Gubernur sebelumnya korupsi Bansos). Buat kompetisi dan peningkatan kompetensi para penggiat tersebut agar akar Budaya di Propinsi Sumatera Utara tidak punah. Saya mau pensiun Pak tapi akan tetap jadi pengarah buat generasi berikutnya untuk berjuang dalam pelestarian Budaya di Propinsi Sumatera Utara. Tangan saya dan badanku sudah mulai terasa berat berjalan jauh pak. Saya punya sahabat baik para penggiat Budaya di seluruh Indonesia, kami selalu sharing dan membicarakan untuk Indonesia lebih baik menolak Korupsi atau KKN. Alangkah bagusnya kita buat MOU dengan Propinsi lain untuk mendukung Festival Danau Toba jangan langsung main hapus-hapuslah Pak.

Sekedar mengingat kembali dan saya tidak pernah menuntut dan bersungut-sungut dan banyak menuntut siapapun soal prestasi saya. Tahun 2011 tepatnya 17 Agustus 2011 berkat talenta yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, karya dan ciptaan Koreo saya, Tari Sigale gale Tema Polisi Lalu Lintas dengan 60 orang Penari dan Pemain Gondang semua asli Penduduk Sumatera Utara. Kabupaten Toba Samosir Menjadi Delegasi Kesenian Propinsi Sumatera Utara, ke Istana Negara yang kala itu langsung di Pimpin Letjen Purn TNI DR TB Silalahi SH dan Gubernur Sumut masih mengundang kami ke kantor Gubernur tanggal 13 Agustus 2011 untuk diberikan pengarahan, sebelum berangkat ke Jakarta.

Karya saya bukan kaleng-kaleng Pak Gubernur, tampil di Istana Negara Jakarta 17 Agustus 2011 di depan Presiden dan ribuan Tamu Negara saat Parade Senja, bukan seperti perayaan 17-an di Kabupaten dan Propinsi disawer-sawer. Tampil di Istana Negara itu harus sesuai protokoler Istana Pak, durasi, penampilan itu harus benar bisa menghibur dan memuaskan. Kami tampil di Istana Negara kala itu dengan Delegasi Papua, dan Kalteng. Semua Delegasi sebelum dapat Golden Tiket ke Jakarta harus melalui audiensi Panitia Team Istana di daerah masing-masing. Malamnya kami semua masih diundang Kumpulan Batak jakarta ke Hotel Borobudur Jakarta sambil makan malam dan menghibur Orang Batak di Jakarta.

Tanggal 18 Agustus 2011 kami semua kembali pulang ke Bonapasogit dan kami di antar pakai Bus Kepolisian Republik Indonesia dikawal Voredes dan Pampres sampai Bandara Soekarno Hatta, sama dengan seperti penjemputan. Sampai Polonia Medan tidak ada pak yang menyambut kami, tapi kami tak bersungut-sungut Pak Gubernur yang penting anak didikku semua sampai rumah masing-masing sehat tanpa ada kekuarangan apapun. Saya selaku Pimpinan Penari tidak berkecil hati melihat dan mendengar Delegasi Kesenian Papua dan Kalteng sepulang dari Istana Negara diundang kembali Gubernurnya untuk jamuan makan dan diberikan Piagam Penghargaan. Cukuplah anak didikku dapat selembar Piagam dari Panitia HUT RI Jakarta yang ditanda-tangani oleh Presiden RI.

Sekali lagi demi majunya Propinsi Sumatera Utara undang kami Pak Gubermur sambil ngopi bareng para penggiat ini, sharing (marnonang) demi pelestarian Budaya Indonesia. Harapan kami tegaslah membuat statement jangan sampai bingung kami masyarakatmu. Ingat Pak Gubernur Turis Bule sudah jarang kita lihat di Danau Toba apalagi di Kota Medan karena dasarnya harus di Danau Toba tolak ukur Turis luar, jadi mau stay di Medan menunggu meninggalkan Sumatera Utara.

Save Lake Toba
Save Budaya Indonesia
Ayo share terus buat perubahan di Sumatera Utara

Salam dari saya :
Ketua Sanggar Budaya Lusido
Kecamatan Ajibata-Kabupaten Tobasa
Sekretariat Jalan Pendidikan No 14
Rismon Raja Mangatur Sirait

Horas
Mejuah juah
Njuah juah
Rahayu
Walujati
Namaste
Om Swastiastu
Salam Kabajikan
Namo Budaya

Ketua Sanggar Budaya Lusido, Rismon Raja Mangatur Sirait
Alamat Jalan Pendidikan No 14 Desa Pardomuan Ajibata Kabupaten Toba Samosir