Hari Raya Waisak, PDI Perjuangan : Mengalirlah Dharma Agar Setiap Makhluk Berbahagia

Breaking News

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

MUDANEWS.COM, Jakarta – PDI Perjuangan mengucapkan selamat  Hari Trisuci Waisak tahun 2021.

“Dengan merayakan Trisuci Waisyak, PDI Perjuangan percaya bahwa spiritualitas yang membangun kesadaran budi pekerti, upaya menjaga keseimbangan seluruh alam raya, dan tekad menebar kebaikan melalui dharma agar setiap makhluk berbahagia  dapat semakin diwujudkan,” tutur Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rabu (26/5/2021) di Jakarta.

Hari Raya Waisak mengingatkan pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan kemangkatan Sang Buddha. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak.

“Bulan purnama yang menyertai peringatan Trisuci Waisyak penuh tradisi kontemplasi yang semakin memerkuat spiritualitas bangsa. Nusantara adalah negeri spiritual yang begitu kaya dengan tradisi yang begitu hidup guna menjabarkan kehendak Sang Pencipta dalam kehidupan anak bangsa yang toleran, dan kedepankan semangat ber-bhinneka tunggal ika,” jelas Hasto.

PDI Perjuangan sebagai rumah besar kaum nasionalis, menjadikan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa untuk dipraktekkan bersama dengan prinsip lainnya, khususnya kemanusiaan, persatuan-kebangsaan, musyawarah-mufakat, keadilan sosial.

“Dalam setiap peringatan hari besar agama, termasuk TriSuci Waisyak, keseluruhan aspek kemanusiaan diekspresikan guna meneladani sifat Tuhan dalam kehidupan berbangsa. Karena itulah agama selalu mengajarkan kebaikan dan menjauhkan menjauhkan berbagai bentuk kekerasan,” tambah Hasto.

“Agama juga menjauhkan diri dari berbagai tindakan yang memecah belah bangsa. Sebaliknya agama mengajarkan welas asih, budi pekerti, kerendahan hati, dan hasrat untuk selalu berbuat kebaikan bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat merayakan Trisuci Waisyak,” pungkasnya. (red)

 

- Advertisement -

Berita Terkini