Ketum PB HMI Raihan : Aksi Terorisme yang Dikorbankan Perdamaian dan Kemanusiaan

Ketum PB HMI
Ketum PB HMI Raihan Ariatama (dok istimewa)

MUDANEWS.COM, Surabaya – Kebhinekaan dan keberagaman serta kemanusiaan kita kembali dicoreng. Kali ini dilakukan oleh tindakan bom bunuh diri di Gereja Katolik Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Sebagai organisasi kemahasiswaan Islam yang mengusung dan menjunjung tinggi Islam moderat, nilai-nilai perdamaian dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Makassar dan segala bentuk aksi terorisme dan kekerasan apapun motif dan ideologinya, karena dalam aksi terorisme dan kekerasan yang dikorbankan adalah perdamaian dan kemanusiaan,” tegas Raihan Ariatama selaku Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Periode 2021-2023 yang terpilih pada Kongres Ke-31 HMI di Surabaya.

Raihan mendesak aparat penegak hukum dan stakeholder terkait untuk mengungkap jaringan terorisme yang berada dibalik aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan jaringan terorisme di Indonesia pada umumnya.

“Mendorong pemerintah baik pusat dan daerah khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan pendampingan keamanan dan pemulihan kepada para korban pasca peristiwa ini,” pinta Alumni UGM ini.

PB HMI mengajak kepada seluruh tokoh agama, masyarakat dan pimpinan pemuda/mahasiswa di seluruh Indonesia untuk selalu menebarkan ajaran agama yang ramah, damai dan berprinsip kemanusiaan. Karena kebenciaan, kekerasaan dan terorisme tidak memiliki tempat di agama manapun.

“Mengajak kepada seluruh kader HMI yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia untuk senantiasa menebarkan Islam moderat yang mencintai perdamaian, keramahan dan kemanusiaan, dan melawan segala bentuk ekstrimisme dan terorisme yang menciderai kemanusiaan, keislaman dan keindonesiaan kita,” tegas Raihan.

Ia juga menyampaikan rasa prihatin, doa, dan duka cita yang mendalam kepada para korban. (red)