Jembatan Pagurawan Hancur Terbengkalai, GERAMM : Pemkab dan Dewan Jangan Mandul
1 Unit CV Tambun Nyaris Tempuruk

MUDANEWS.COM, Batu Bara – Kondisi yang kian memarah, Jembatan penghubung Batu Bara – Serdang Bedagai di Kecamatan Medang Deras belum juga diperbaiki dengan baik.

Pasalnya, Sejak runtuhnya jembatan tersebut pada Senin (4/2/2019) lalu, hanya baru dibuatkan jembatan darurat yang tidak begitu mampu menahan beban berat.

Menurut informasi yang didapat, usia jembatan runtuh itu telah 6 bulan lamanya, namun belum mendapatkan kepastian positif kapan dibangunnya jembatan penghubung antar kabupaten tersebut.

Pada Sabtu, (24/08/2019) ini, terlihat sebuah angkot CV Tambun kewalahan melintasi jembatan tersebut, bahkan hampir sebagian ban angkot tersebut masuk kedalam celah batang kelapa.

Akibat kejadian itu, segenap masyarakat medang deras turut menyoroti jembatan yang tak kunjung diperbaiki itu. Termasuk dari salah satu organisasi mahasiswa lingkup Kecamatan, (Gerakan Mahasiswa Medang deras).

Lewat keterangan tertulisnya, mereka mengatakan sudah 6 bulan belum mendapatkan kepastian dari pihak Pemerintah kapan dibangunnya jembatan.

“Dari bulan 2, berarti sudah 6 bulan, belum juga ada kepastian kapan dibangun oleh Pemkab Batu Bara,” ungkap Arwan Syahputra, Sabtu (24/08/2019) sekira Pukul 21.36 Wib.

Jembatan Pagurawan Hancur Terbengkalai, GERAMM : Pemkab dan Dewan Jangan Mandul
Arwan Syahputra

Ia menyayangkan padahal posisi jembatan itu berada di dekat Kantor Camat.

“Apalagi posisi jembatan kita ini dekat Kantor Camat Medang Deras, malu sekali kita Kantor Megah, tapi titi hancur macam gini,” katanya.

Akibatnya, akses dan pencaharian warga pun tersendat.

“Akibat yang ditimbulkan itu banyak termasuk lalu lintas nelayan yang antar bahan jadi tersendat, belum lagi angkot yang susah melintas, ancur kali ah,” sebutnya.

Jembatan Pagurawan Hancur Terbengkalai, GERAMM : Pemkab dan Dewan Jangan Mandul
1 Unit CV Tambun Nyaris Tempuruk

Ia pun kebingungan menyoal status jembatan tersebut, karena dari anggota dewan Batu Bara sendiri pernah mengatakan bahwa status jembatan itu adalah proyek provinsi Sumatera Utara.

Namun menurutnya, masyarakat tidak mau tahu soal siapa yang bertanggung jawab, yang taunya kapan dibangun.

“Kalau itu proyek provinsi maka jelaskanlah pada rakyat, buat plang, ini adalah ranah provinsi, dan yang kita tanya kan sudah sejauh mana pengupayaan jembatan ini, sudahkah diajukan?,” mintanya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkab dan DPRD Batu Bara jangan mandul soal ini.

“Jangan diam, seolah tak ada kejadian, apalagi sampai mandul dari kebijaksanaan, ini luar biasa udah, kita tunggu ajalah kapan kepastiannya, dari Pemkab dan Dewan sendiri,” tandasnya.

“Dan yang terpenting, berupaya lah menenangkan rakyat yang lagi kesusahan,” tutupnya.

Namun saat dikonfirmasi, Anggota DPRD Batu Bara mengatakan bahwa sudah diajukan jembatan darurat kembali ke Dinas PU Batu Bara.

“Sudah kita minta langsung sekretaris PU Batubara memperbaiki jembatan darurat, kalau jembatan nyo tahun 2020 dianggarkan di provinsi,” ungkap Sarianto Damanik SE, yang juga merupakan politisi Partai PKPI Batu Bara itu. Berita Batu Bara, AR