ICMI Muda
Sekretaris ICMI Muda Sumut, Ismail Marzuki (dua kiri) didampingi Ketua OKK Andi Wiliandi (tiga kiri) dan pengurus ICMI Muda Daerah.

MUDANEWS.COM, Medan – Provinsi Sumatera Utara acapkali menjadi barometer persatuan, kesatuan, dan ketahanan nasional. Pada momentum pesta rakyat, Pilkada Gubernur Sumatera Utara 2018, patut disyukuri, hingga kini suasana politik di Sumatera Utara cenderung kondusif, meskipun banyak potensi kejanggalan yang sedang terjadi dan dialami bersama.

Pola pertarungan yang secara sistematis mendikotomi rakyat, dalam hal ini para pemilih, untuk berpihak kepada salah satu paslon, dalam hal ini Paslon ERAMAS (Edy Rahmayadi – Musa Rajecksyah) dan Paslon DJOSS (Djarot Saiful Hidayat – Sihar PH Sitorus).

Pada faktanya, banyak problematika dalam demokrasi di negeri kita. Beberapa di antaranya:

Pertama, kecenderungan golput akan menjadi realita dan fakta, dan pada saatnya, jika mengacu pada pengalaman berdemokrasi sejak Pemilukada dan Pilpres dilakukan secara langsung, potensi golput akan cukup besar bakal terjadi.

Kedua, tumbuh subur dan semakin tidak terkendalinya hoax (berita fitnah), ujaran kebencian, dan premanisme politik melalui ragam media sosmed.

Ketiga, belum lagi tumbuh suburnya politik identitas dan SARA. Rakyat digiring dan tergiring pada pola SARA dibanding jejak rekam, kapasitas, dan program-program pembangunan yang diusung para paslon.

Keempat, kecenderungan politik uang akan potensial untuk terjadi.

Kelima, post-truth era. Sangat terkait dengan hoax, saat ini kecenderungan berpikir rakyat sudah beralih, dari kebenaran berdasarkan data, fakta, dan realita, menjadi kebenaran yang dilandasi oleh rumor, persepsi, dan simplifikasi. Hal tersebut di ucapkan oleh Sekretaris Umum ICMI Muda Sumatera Utara, Ismail Marzuki didampingi Ketua OKK Andi Wiliandi beserta Pengurus – Pengurus ICMI Muda Daerah pada acara Kumpul Bersama Keluarga Besar ICMI Muda Sumatera Utara kepada MUDANEWS.COM, Minggu (10/6/2018).

Sebagai langkah antisipasi atas ragam gejolak politik yang diakibatkan oleh proyeksi-proyeksi di atas, ragam elemen masyarakat, dalam hal ini, elemen-elemen sosial berpengaruh di tengah-tengah masyarakat, ICMI Muda Sumatera Utara tidak terlibat pada politik praktis dan harus tetap melalui mekanisme organisasi serta tetap berada di tengah – tengah umat. ICMI Muda Sumatera Utara tidak membenarkan kalau ada oknum yang mendukung salah satu paslon dan mengajak Organisasi – Organisasi untuk berhimpun dan bermusyawarah untuk kemudian mengeluarkan kebijakan bersama, dalam rangka mewujudkan Pilgubsu Beradab 2018. Berita Medan, Andreas Bangun