KPU Batu Bara
Kompetisi Tim Pasangan Calon Bupati Batubara di TPS bakal Ketat

MUDANEWS.COM, BATU BARA | Kompetisi Tim Pasangan Calon Bupati Batu Bara di TPS bakal Ketat di TPS pada hari pemungutan suara 27 Juni mendatang diperkirakan sangat tinggi. Para Paslon akan menyiapkan tim terbaik untuk mengawasi dan mengamankan kepentingan mereka masing masing.

Kondisi ini perlu diantisipasi pihak penyelenggara pemilu, khususnya
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), antara lain melalui persiapan administrasi peristiwa dan hasil di TPS, baik tulisan maupun substansinya.

Demikian antara lain dikemukakan Ketua KPU Batu Bara Mukhsin Khalid saat di konformasi via telepon terkait hasil evaluasi dari Pemungutan, Penghitungan, dan Rekapitulasi Suara Pilbub Batubara 2018.

Menurutnya persiapan pengadministrasian menjadi momentum yang paling penting, sehingga pihaknya akan terus melakukan simulasi di tujuh kecamatan yang berbeda.

Upaya itu ditindaklanjuti dengan pemungutan, penghitungan, dan rekapitulasi suara di tujuh kecamatan.

“Apalagi simulasi kemarin masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Misalnya daftar hadir yang belum valid atau mencampuradukkan pemilih di DPT dengan pemilih tambahan ber-KTP,” ujarnya.

Mukhsin juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran publik untuk melayani penyandang disabilitas.

“Pelayanan yang kurang baik, bisa dinilai melanggar HAM dan memberi peluang pemungutan suara ulang,” sebutnya.

Mukhsin juga menegaskan tantangan yang dihadapi KPU menjelang hari pemungutan suara nanti yakni pemilih tidak tahu terdaftar di TPS mana, pemilih tidak tahu alamat dan letak TPS, pemilih tidak mengikuti sampai akhir penghitungan suara di TPS tapi ingin mengetahui hasilnya, dan pemilih ingin mengetahui hasil perolehan suara lebih awal.

Untuk mengatasinya, ia menghimbau kerjasama yang baik kepada seluruh elemen organisasi kemasyarakatan dan lainya yang bisa memberi informasi banyak hal kepada pemilih, termasuk lokasi TPS dan hasil penghitungan suara nanti.

Namun Mukhsin juga mengingatkan potensi sengketa pada pilkada serentak nanti. Potensi itu di antaranya salinan C1 berbeda antara yang dipegang saksi dengan KPPS dan C1 plano, hilangnya C1 setelah penghitungan suara, serta kecurigaan terhadap mobilisasi pemilih pindahan dan pemilih tambahan. (MN/TAF)