Pekan Lingkungan Hidup 2017
Foto: Gubsu Erry didampingi Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Wan Hidayati (pakai jilbab coklat tengah) foto bersama usai memberikan penghargaan dengan penggiat lingkungan hidup.

MUDANEWS.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memberikan berbagai penghargaan kepada para penggiat lingkungan hidup yang dianggap berdedikasi dalam upaya pelestarian lingkungan di Sumut.

Dari bupati/walikota, perusahaan, sekolah hingga penyapu jalan diberi penghargaan oleh Gubernur pada pembukaan Pekan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, di Tiara Convention Center Medan, Selasa (12/12/2017) malam.

Hadir disitu dan menerima penghargaan yakni Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial, Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap, Sekda Kabupaten Langkat Indra Salahuddin, perwakilan 23 pemkab/pemko, perusahaan, LSM, penggiat lingkungan, sekolah dan aktivis lingkungan lainnya.

Tengku Erry dalam kesempatan itu tak lupa mengucapkan terimakasih kepada para penggiat lingkungan hidup yang telah melakukan berbagai upaya demi pelestarian. Selain para kepala daerah, sekolah dan aktivis lingkungan, malam itu Tengku Erry menyerahkan penghargaan kepada para pahlawan kebersihan yaitu penyapu jalan asal beberapa kabupaten/kota.

“Siapapun sebenarnya bisa berperan nyata dalam aksi pelestarian lingkungan, dan kita semua sesungguhnya punya tanggungjawab terhadap alam. Penghargaan ini adalah apresasi Pemerintah terhadap kerja dan usaha yang telah dilakukan bagi upaya pelsestarian,” kata Erry.

Khusus para penyapu jalan yang setiap hari sering ditemui dijalanan, Tengku Erry tak bisa menyimpan rasa salut, bangga dan harunya. Erry berpesan teruslah bersemangat dalam bekerja. ‘’Jasa para penyapu jalan ini sangat besar demi menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah-sampah,’’ tutur Erry.

Erry berharap melalui penghargaan yang diberikan tersebut dapat memberikan dorongan dan semangat untuk terus melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. “Melalui penghargaan ini, melalui para penggiat lingkungan yang luar biasa ini, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut memberikan dukungan dan tindakan bagi upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkesinambungan,” tuturnya.

Erry juga berharap kegiatan Pekan Lingkungan Hidup yang digelar dapat meningkatkan partisipasi nyata masyarakat Sumut dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta meningkatkan perekonomian. “Keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan yang menjadi dasar pembangunan berkelanjutan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Pemanfaatan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat harus dilaksanakan tanpa mengabaikan pelestarian terhadap lingkungan,” kata Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry menyerahkan penghargaan kepada 4 kepala Daerah di Sumut peraih Kota Adipura, penghargaan kepada 184 kepala sekolah sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (adiwiyata) tingkat provinsi, penghargaan kepada lima perusahaan proper hijau tahun 2016-2017, penghargaan penyusunan dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Penyerahan penhargaan penerima Kalpataru asal Sumut dan penghargaan kepada pekerja kebersihan penyapu jalan.

Pekan Lingkungan Hidup Sumut 2017 dilaksanakan selama tiga hari, 12-14 Desember yang juga diisi dengan pameran lingkungan hidup, seminar lingkungan hidup yang membahas tentang pengakuan dan perlindungan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam, lomba lagu lingkungan tingkat SMP sederajat, lomba standing up comedy lingkungan tingkat SMA dan lomba insinyur cilik atau kreasi daur ulang tingkat SMP.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Wan Hidayati mengatakan Pekan Lingkungan Hidup tahun 2017 dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran, kapasitas pengelolaan lingkungan hudup serta bertujuan untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat terhadap berbagai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilaksanakan di Sumut.

Adapun program kegiatan yang dilakukan Pemprov Sumut adalah program peningkatan kesadaran masyarakat melalui integrasi pendidilan lingkungan hidup kedalam kurikulum sekolah yang dikenal dengan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (aduwiyata).

Hidayati menjelaskan terdapat peningkatan cukup signifikan pada jumlah sekolah Adiwiyata di Sumut, dimana pada tahun 2017 jumlah sekolah adiwiyata tingkat Sumut sebanyak 719 sekolah, adiwiyata nasional 190 sekolah dan adiwiyata mandiri 42 sekolah.

Selain itu dilaksanakan program pengelolaan persampahan melalui bank sampah di berbagai kabupaten/kota, peningkatan pengelolaan perkotaan berwawasan lingkungan mellaui program kota teduh dan hijau (adipura), pengawasan dan peningkatan kapasitas lingkungan pelaku usaha melalui program Proper dan CSR, upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, penegakan terhadap pelaku pencemaran lingkungan dan lain sebagainya. Berita Medan, Ahmad