Untuk Membuka Kesadaran, TIM Laksanakan Bedah Film 3 Idiots

Untuk Membuka Kesadaran, TIM Laksanakan Bedah Film 3 Idiots
TIM ketika melakukan kegiatan Bedah Film 3 Idiots.

MUDANEWS.COM, Medan – Sekumpulan anak-anak muda yang bergabung dalam sebuah komunitas bernama Tenda Ilmu (TIM) adakan kegiatan bedah film. Medan, (14/01/2020).

Film yang ditonton kemudian di bedah oleh dua pembedah dan dari penonton yang hadir adalah film tentang dunia kemahasiswaan. Film itu tentu sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa. Film itu adalah film India yang berjudul “3 Idiots”.

Ahmad Faiz atau lebih sering di panggil Bung Faiz selaku Kepala Suku (Kepsuk) Tenda Ilmu menyampaikan komentarnya saat dimintai oleh Tim Mudanews.com di lapangan.

“Bedah film 3 Idiots inilah nama kegiatan yang kami ambil di komunitas Tenda Ilmu ini, kegiatan seperti ini memang tidak asing lagi di telinga kaum muda apa lagi mahasiswa tapi sudah mau ampir hilang metode belajar dengan menonton sambil membedah,” ujarnya Kepsuk TIM.

“Dalam kesempatan kali ini kami dari TIM mengangkat salah satu film India yang terbaik yang dirilis November 2009 dan dimana film ini di angkat dari novel berjudul Five Foin kemudian difimkan dengan judul film 3 Idiots,” tambahnya.

Founder TIM itu juga menjelaskan bahwa film yang dibedah itu berisi kritikan maupun sindiran pada sistem pengajaran institusi pendidikan (ICE) di India. Dan juga kritikan terhadap kaum muda yang sedang kuliah. Durasi film ini 3 jam kurang lebih. Mereka mulai mulai dari jam 20:00 WIB sampai jam 01:00 WIB.

Sebagaimana nama kegiatan TIM itu, setelah menonton film yang alurnya maju-mundur, maka dilakukan diskusi atau membedah kelebihan dan kekurangan dari film tersebut, serta apa yang diambil pelajaran dari film tersebut. Dua rekan pembedah, Ardiyansyah dan juga Ibnu Arsib cukup besemagat meyampaikan analisis analitik di dalam cerita film ini, karena pembedah menarik garis kondisi-kondisi hari ini terkait realita pendidikan dan kondisi kaum muda, khususnya mahasiswa.

Hari banyak yang mencari kesuksesan tapi lupa pada kesempurnaan. Sebagaimana salah satu pesan dari film itu, yang di sampaikan oleh tokoh utama, “jangan kejar kesuksesan tapi buatlah kesempurnaan. Kesuksesan akan mengikuti kesempurnaan. Mahasiswa harus sadar apa sebenarnya yang menjadi tugasnya dan tidak perlu takut dengan “hantu-hantu” yang namanya masa depan. Lepaskan semua beban dan nikmati serta cari apa yang sesuai dengan jati diri kita. Demikian sedikit pesan-pesan moril dari film tersebut yang wajib kita tonton.

Dua pembedah menyampaikan masing-masing pendapat dan penilaiannya terhadap film tersebut, baik secara ekstrinsiknya maupun secara intrinsiknya. Film yang menyadarkan banyak mahasiswa, menurut salah satu pembedah, harus ditonton oleh para mahasiswa. Tidak hanya sekedar menontonnya saja, tapi harus melakukan kajian-kajian terhadap film itu sehingga kita bisa melihat dan mengambil relevansinya untuk kehidupan saat ini. Kedua pembedah itu dengan sepakat bahwasanya film itu adalah salah satu film wajibnya mahasiswa.

Di samping itu juga, seorang peserta yang bernama Dila, mahasiswi dari kampus STMIK Triguna Dharma Medan, sangat hantusias dengan kegiatan seperti ini. Belajar tanpa harus kelas atau di kampus seru juga. Jadi belajar dengan alam dan ruang terbuka dapat membuka cakrawala berpikir. Selama ini, banyak orang menganggap bahwa belajar itu harus di kampus, padahal aktivitas kita lebih banyak di luar kampus. Seharusnya belajar itu, selama menjadi mahasiswa harus menjadi rutinitas. Untuk itu, bergaicara dapat dilakukan untuk belajar, seperti berdiskusi dan yang saat ini seperti membedah film.

Kegiatan itu baru usai setelah mereka mengupas tuntas dan diskusinya semakin menarik karena beberapa peserta ikut terlibat aktif dalam pembedahan film. Tidak sedikit juga yang bertanya terkait beberapa hal yang tidak dimengerti. Sekumpulan kaum muda itu pun baru membubarkan diri setelah kegiatan usai. Berita Medan, IA