Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan, Menggelar Diskusi Tadarus Wahdatul ‘ULUM

Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan, Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd (kiri) dan Moderator Dr. Muhammad Furqon, S.Si, M..Comp. SC (kanan)

MUDANEWS.COM, Medan – Dalam rangka semarak Ramadhan in Campus, menambah pengetahuan, dan wawasan keIslaman, keilmuan dan ketaqwaan di bulan suci Ramadahan 1442 H, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FKM UIN Sumut) Medan melaksanakan kegiatan Tadarrus Wahdatul Ulum Ramadhan.

Kegiatan yang disi dengan ceramah dan diskusi dengan topik puasa dan kesehatan ini akan berlangsung sebanyak 15 kali pertemuan selama bulan Ramadhan dengan narasumber Dosen-dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan.

Kegiatan perdana bertepatan 2 Ramadhan 1442 H, berlangsung secara luring dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan di Aula FKM UIN-SU Medan di Jalan IAIN No. 1 Medan, yang dilaksankan pada Rabu (14/4/2021).

Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan
Dosen dan Pegawai FKM UIN-SU Medan yang hadir Diskusi Tadarus Wahdatul ‘ULUM

Dekan FKM UIN SU Medan Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd, dalam kesempatan ini secara resmi membuka kegiatan Tadarus Wahdatul ‘Ulum ini dan menjadi pembicara pertama dalam kegiatan tersebut.

Pada bagian awal pemaparannya, narasumber Tadarus Wahdatul ‘ulum menjelaskan bahwa seluruh aspek ajaran Islam, baik akidah/tauhid, ibadah, mu’amalah, maupun akhlak merupakan entitas ajaran yang integratif dan memiliki hubungan fungsional dalam mengantarkan kepada ketaqwaan.

“Sebagaimana ibadah puasa yang tujuanya untuk meraih taqwa “la’allakum tattaqun” memiliki dimensi tauhid, mu’amalah, dan juga dimensi akhlak, meskipun pada intinya puasa Ramadhan adalah aspek ibadah atau pengamalan salah satu rukun Islam, sesuai Firman Allah pada surat Al-Baqarah Ayat 183,” jelas Prof Safaruddin.

Lebih lanjut Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd menyampaikan bahwa puasa merupakan ibadah -yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan.

“Puasa yang dilakukan dengan penuh ketaqwaan akan menjadikan individu yang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami-istri dan mampu menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia dan membatalkan pahala puasa,” sambungnya.

Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN-SU Medan
Dosen dan Pegawai FKM UIN-SU Medan yang hadir Diskusi Tadarus Wahdatul ‘ULUM

Selain itu, lanjutnya, nilai-nilai pendidikan dari ibadah puasa akan melahirkan sifat taqwa, sabar, ikhlas, syukur, disiplin, peduli dan berpikir posistif. Karena itu, setiap orang yang puasa Ramadhan harus dengan penuh keikhlasan dan mematuhi syarat sah dan rukun puasa supaya mencapai ketaqwaan dan diampunkan dosa-dosa pada tahun sebelumnya (hadis).

Disimpulkannya, puasa Ramadhan berisikan nilai-nilai pendidikan spiritual/keimanan, ibadah, moral, intelektualitas, dan sosial kemasyarakatan. Semua nilai tersebut inheren dalam pengamalan perintah puasa Ramadhan.

Kegiatan Tadarrus Wahdatul Ulum Ramadahan diikuti oleh Dosen dan Pegawai FKM UIN-SU Medan, dan dipandu moderator Dr. Muhammad Furqon, S.Si, M..Comp. SC, yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FKM UIN Sumatera Utara.

(red)