Pantun Seribu Guna

Pantun Seribu Guna
zoom meeting (Foto: Facebook Umar Zein)

MUDANEWS.COM – Dalam berbalas pantun, ada kiat untuk menjawab cepat dan tepat. Pemantun cerdas, tentu piawai menemukan diksi dan kalimat suai. Akan tetapi, pemantun harus menguasai jurus pamungkas untuk menangkis atau membalas serangan lawan.

Jurus itu disebut Pantun Seribu Guna. Itu inti pemaparan Syahrial Fadhly pada zoom meeting tadi malam (Jumat, 26 Februari 2021). Fadhly, sang guru itu, beberapa kali jadi juara berbalas pantun, tingkat lokal, regional dan nasional.

Dikikis ditata dikerat pinang
Mari dibelah buah merekah
Pemanis kata selamat datang
Awali Bismillah penuh berkah.

Melati sekuntum kita tata
Balam merbah di dahan cemara
Assalamualaikum mulanya kata
Salam sembah pembuka bicara

Demikian pantun pembuka yang disampaikan host/moderator dr. Agusnadi Talah, Sp.A.

Raudah Jambak, aktor dan pensyair Sumut berkenan memberi sambutan. Ia mengulas ulang tentang estetika, logika, dinamika, dan etika dalam pantun. Pantun andalannya adalah:

Bukan titik membuat tinta
Tapi tinta yang membuat titik
Bukan cantik membuat cinta
Tapi cinta yang membuat cantik

Sebagai contoh pantun seribu guna:

Halau puyuh ke tepi paya
Hinggap seekor di atas papan
Kalau itu yang tuan tanya
………………. sebagai jawaban

Pantun ini, tinggal mengisi titik-titik itu sebagai jawaban pantun lawan. Cukup cerdas, bukan?

Selesai diskusi, para peserta dengan gembira saling berbalas pantun.

Di akhir acara, Syahbilal, musisi gendang Pak Pong didaulat untuk menampilkan permainan gendangnya pada zoom meeting selanjutnya.

Medan, 27.02.2021

Oleh : Dr. dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD