Wisuda ke-75 UIN-SU, Ini Penjelasan Prof Syahrin Harahap Soal Integrasi Ilmu

Wisuda ke-75 UIN-SU, Ini Penjelasan Prof Syahrin Harahap Soal Integrasi Ilmu
Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap didampingi Wakil Rektor dan Dekan se kawasan UIN-SU (Foto: fanpage UIN Sumatera Utara)

MUDANEWS.COM, Medan – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) menggelar wisuda sarjana ke-75 secara daring melantik dan mengukuhkan 836 lulusan dari delapan fakultas dan program pascasarjana dari aula utama UIN Sumut Jalan Willem Iskandar Medan, Kamis (19/11/2020). Wisuda bertepatan dengan Dies Natalis ke-47 kampus Islam itu.

Wisudawan yang dilantik terdiri dari program doktor delapan lulusan, magister 27 lulusan, Fakultas Syariah dan Hukum 117, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam 46 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan 371, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 64, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 123, Fakultas Ilmu Sosial 34, Fakultas Kesehatan Masyarakat 21 dan Fakultas Sains dan Teknologi 25 lulusan.

Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap, MA dalam amanatnya menyampaikan, selamat kepada para lulusan yang berhasil menyelesaikan studi dan diharapkan mampu mengisi pembangunan di masyarakat.

Ia menjelaskan, UIN Sumut diproyeksikan menjadi pusat integrasi ilmu dengan pemahaman wahdatul ‘ulum dan pemberdayaan masyarakat serta moderasi beragama.

“Sehingga diharapkan para lulusan memiliki integritas tinggi dan terhubung dengan Tuhan, mampu menerapkan ilmu bagi kesejahteraan manusia dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dikutip mudanews.com dari facebook UIN Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, kampus sebagai pusat integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman merupakan harga mati yang harus diwujudkan. Integrasi dimaksud agar dimiliki para lulusan meliputi integrasi vertikal yaitu hubungan insan dengan Tuhan, lalu integrasi horizontal yang menghubungkan ilmu umum dan ilmu dan nilai agama.

Selanjutnya, integrasi aktualitas yaitu penerapan ilmu, integrasi etis yaitu terkait sarjana yang berakhlak mulia dan integrasi interpersonel yaitu hubungan insan berilmu dengan ketenangan dan kebahagiaan. Berbagai indikator tersebut mampu membentuk lulusan yang memberikan kontribusi dan peran positif pada pembangunan peradaban.

Pandemi, jelasnya, menggoncang sistem pendidikan saat ini, namun hal tersebut dijadikan peluang mengoptimalkan pembelajaran secara daring. Seingga luaran dan target akademik dicapai, namun begitu berbagai pembenahan dilakukan agar mahasiswa lebih cakap mempersiapkan masa depan. Pencapaian UIN Sumut saat ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan do’a masyarakat.

“Kita mewisuda 836 lulusan, dengan bismillah kami persembahkan sarjana UIN Sumut kepada bangsa dan negara. Semoga kehadirannya menjadi cahaya terang dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat serta menjadi anak panah UIN SUMUT bagi perkembangan peradaban,” tukas Prof Syahrin.

Ia sampaikan kesyukuran atas perjalanan kampus Islam negeri pertama di Sumut yang kini genap 47 tahun dan tetap bertekad menjadi pusat peradaban dengan nilai keislaman ke depan.

Hadir dalam acara perwakilan Pangdam I/BB, MUI Sumut, Pemprovsu, para anggota senat univeritas, para dekan dan segenap civitas kampus.