Daya Beli Jeblok, Harga Pangan Tetap Murah Meskipun Muharam Berakhir

Kebijakan BI Mempertahankan Suku Bunga Acuan, Rupiah Ditutup Menguat, IHSG Malah Turun 
Gunawan Benjamin

MUDANEWS.COM, Medan – Bulan Muharam telah berakhir. Bulan dimana kebanyakan masyarakat tidak melakukan aktifitas pesta, khususnya bagi masyarakat jawa. Selama bulan Muharam, harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau landai, dan tidak mengalami perubahan yang signifikan. Harga cabai merah memang terpantau naik dalam seminggu terakhir.

“Akan tetapi kenaikan harga cabai tersebut lebih dipicu oleh buruknya cuaca yang mengganggu produktifitas petani dan jalur distribusi. Baik petani di wilayah Sumut maupun petani diluar wilayah Sumut. Saat ini cabai merah dijual dalam rentang 27 hingga 30 ribu. Dari sebelumnya 22 ribu hingga 25 ribu per Kg,” jelas Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Sumatera Utara, Selasa (22/9/2020).

Dalam hampir sepekan terakhir, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan yang cukup tajam. Untuk minyak goreng curah dari sebelumnya 11 ribuan per Kg. Saat ini sudah menjadi 12.500 per Kg. Kenaikan harga minyak goreng curah sejalan dengan perubahan harga CPO yang naik dari 2700 ringgit per ton, dan saat ini diatas 3000 ringgit per tonnya.

“Selebihnya, harga sembako terpantau stabil, bahkan dengan kecenderungan turun. Namun kita perlu mengantisipasi kemungkinan lonjakan konsumsi di tengah masyarakat. Akan ada pesta yang akan kembali dilakukan. Meskipun demikian, untuk tahun ini saya memperkirakan tidak perlu takut dengan berakhirnya bulan Muharam tersebut,” jelas Gunawan.

Meskipun ada lonjakan konsumsi. Tetapi saya menghitung lompatannya tidak akan besar. Perkiraan akan terjadi lompatan berkisar 10% paling besar, jika dibandingkan tren konsumsi selama Muharam. Konsumsi tidak akan melompat seperti halnya tahun-tahun lalu yang bisa mencapai 20% lebih saat bulan Muharam berakhir.

“Ada banyak faktor pemicu mengapa harga tidak akan bergejolak. Yang paling utama adalah covid 19 yang masih menakutkan, membuat masyarakat berpikir ulang untuk membuat acara yang mengumpulkan orang banyak. Dan kedua daya beli masyarakat belakangan kian terpuruk,” jelas Gunawan.

Jadi inflasi akan bertahan rendah, cuaca ekstrim tidak berpotensi memicu kenaikan harga yang tajam, serta kebijakan PSBB DKI yang terbilang longgar. “Semuanya mengarahkan pada satu hal, tren harga pangan sulit untuk naik, Inflasi akan bertahan rendah,” tandasnya. Berita Medan, red