Restrukturisasi Belum Bangkitkan Dunia Usaha

Pasar Keuangan Membaik, IHSG di Level 4.862
Gunawan Benjamin

MUDANEWS.COM, Medan – Restrukturisasi pembiayaan nasabah belakangan ini bukanlah sebuah upaya untuk kembali menggerakan usaha debitur. Restrukturisasi yang dilakukan dengan mengacu kondisi ditengah Covid-19 ini, jelas lebih menyelamatkan debitur dari kesulitan yang ditimbulkan oleh Covid-19.

“Artinya begini, di tengah Covid-19, restrukturisasi meringankan beban si debitur, bukan berarti restrukturisasi secara langsung membuat pengusaha bisa menyisihkan uang keringanan tersebut untuk dijadikan modal,” jelas Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan, Minggu (28/6/2020).

Gunawan menambahkan, karena modal dan restrukturisasi ini memiliki konteks yang berbeda. Pada dasarnya jika sebuah usaha masih berjalan dengan baik, maka pengusaha tidak membutuhkan restrukturisasi. Namun, berbeda saat kondisinya justru banyak usaha yang terpaksa tutup atau kehilangan sebagian omsetnya.

“Jika konteksnya tersebut, maka yang menjadi persoalan selanjutnya adalah kemampuan bayar nasabah. Nah restrukturisasi ini lebih bersifat meringankan beban, bukan menjadi cara untuk membuat perusahaan mampu mengembangkan usaha. Jadi jangan disimpulkan bahwa dengan restrukturisasi pertumbuhan ekonomi bisa bergerak naik,” sambung Gunawan.

Akan tetapi, jika dengan restrukturisasi usaha debitur menjadi tidak harus ditutup, maka seperti itulah restrukturisasi bekerja. Atau bagi usaha debitur yang terpaksa harus ditutup terlebih dahulu. Maka restrukturisasi setidaknya menjaga daya beli si pengusaha yang bermasalah itu tadi.

“Sehingga jangan asumsikan bahwa restrukturisasi ini sebagai salah satu jalan untuk mengakselerasi pertumbuhan usaha maupun ekonomi. Tetapi menjaga daya beli, atau membuat usaha tetap berjalan di tengah pandemi, disitulah restukturisasi ini berperan,” kata Gunawan.

Di Sumut, Gunawan melihat pelaku usaha yang direstrukturisasi ini didominasi oleh pelaku UMKM. Karena nilai rata-rata pinjaman yang direstrukturisasi itu di bawah Rp. 50 juta per satu rekening nasabah.

“Dana saya menilai dari jumlah nasabah yang mengajukan itu rasionya sudah mendekati 90%. Artinya memang banyak nasabah yang sudah mendapatkan restrukturisasi dari total jumlah nasabah yang mengajukan relaksasi karena usahanya terdampak corona,” imbuhnya.

“Sehingga saya berkesimpulan masih ada pengusaha kakap yang sudah mengajukan restrukturisasi, namun belum disetujui. Hal ini terlihat dari rasio dana restrukturisasi yang masih dibawah 50%,” ujar Gunawan Benjamin. Berita Medan, red