Dihantui Gelombang Kedua Corona, IHSG dan Rupiah Babak Belur

Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Minus, Memperburuk Aksi Profit Taking
Net/Ilustrasi

MUDANEWS.COM, Medan – Di akhir pekan ini, tekanan pada IHSG masih terus berlanjut. Sejumlah  bursa di Asia juga mengalami penurunan.

“Sejumlah indeks futures di AS pada ini bergerak stabil. Sejumlah bursa asia yang diperdagangkan pada pagi ini seperti Nikkei turun 2% lebih dan bursa Shanghai anjlok 1% lebih. Tren perkembangan IHSG juga tidak kalah buruk,” jelas Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin di Medan (12/6/2020).

IHSG dibuka melemah di level 4.780, atau turun 1.5%. Saat ini IHSG masih terus melemah dikisaran 4.730 dan berpeluang untuk mendekati level psikologis 4.700. Disisi lain, mata uang Rupiah diperdagangkan melemah di kisaran 14.065 per US Dolar. Selain aksi profit taking yang melanda pasar keuangan hari ini.

“Pelaku pasar kembali dihantui rasa takut akibat adanya gelombang kedua corona. Di AS sendiri bursanya rontok hingga 7% setelah jumlah kasus baru corona naik sebanyak 20 ribu lebih kasus dalam sehari. Jumlah tersebut mengakibatkan jumlah pengidap covid 19 di AS naik lebih dari 2 juta jiwa. Dan sayangnya data pasien corona di tanah air juga mengalami kenaikan yang menjadi 35 ribu lebih pasien yang dinyatakan positif,” imbuhnya.

New normal yang tengah dijalankan pemerintah ini sebnarnya memiliki dua sisi mata pisau. Sehingga tekanan di pasar keuangan masih berpeluang terjadi dalam waktu dekat. IHSG dan Rupiah masih sangat rentan dengan gejolak gejolak yang ditimbulkan dari penyebaran covid 19 tersebut.

“Jadi jangan terlalu bergantung dengan sentimen yang sifatnya non fundamental,” jelas Benjamin.