Esensi Pendidikan yang Dicita-Citakan

Esensi Pendidikan yang Dicita-Citakan
Rizki Adha Simatupang

MUDANEWS.COM – Melihat kondisi praktek pendidikan yang ada di Indonesia, tidak berjalan seperti yang sudah diharapkan dan dicita-citakan oleh pahlawan yang memfokuskan dirinya dibidang pendidikan. Fenomena pendidikan yang ada di Indonesia sedang mengalami kelupaan tentang arti pendidikan sejati, ini merupakan fakta yang tidak bisa kita sembunyikan. Di tulisan ini saya mencoba berbagi sedikit ilmu yang saya dapat dan mengajak teman-teman menyelam lebih dalam untuk memahami “Esensi Pendidikan” itu sendiri.

Seperti yang kita ketahui pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi umat manusia, namun seringkali kita melupakan esensi dari pendidikan itu sendiri. Seperti yang termaktub di UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3 bahwasanya “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dam bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pasal yang termaktub diatas merupakan tantangan berat bagi dunia pendidikan. Memang pasal yang termaktub diatas mudah dipahami bagi kaum-kaum terpelajar khususnya Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Peran pemerintah disini sangat vital dalam mewujudkan cita cita mulia itu. Karena bagi saya pendidikan merupakan investasi/asset yang berharga yang dimiliki bangsa ini.

Maka dari itu, perlu sekali menanamkan landasan berpikir bagi kaum terpelajar khususnya mahasiswa dalam memahami esensi pendidikan itu sendiri. Sehingga dapat mengetahui tujuan dia mengenyam pendidikan itu sendiri. Saya melihat ada yang salah dari orang-orang yang mengenyam pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi, mereka merasa ketika berada diperguruan tinggi status social nya naik, sehingga merasa dirinya hebat dan tidak mau bergaul dengan masyarakat, yang saya khawatirkan lagi ketika mereka menganggap kuliah diperguruan tinggi menjadi ajang gengsi dan fashion baru bagi mereka.

Esensi Pendidikan yang Dicita-Citakan
Net/Ilustrasi

Bagi saya Esensi Pendidikan itu “Ketika kita mengenyam pendidikan dibangku sekolah, perguruan tinggi atau ditempat tempat lain kita harus bisa mengamalkan ilmu-ilmu yang didapat untuk orang orang disekeliling kita atau kampung halaman kita”. Jangan sampai kita semakin menjauh atau tidak mau mengamalkan segala ilmu yang kita dapat dikehidupan sehari-hari kita, karena menurut saya itulah yang akan menyebabkan hilangnya dimensi humaniora (nilai-nilai kemanusiaan) dari pendidikan.

Seperti yang digambarkan Aristoteles tentang esensi dari pendidikan itu sendiri “Pendidikan tidak hanya soal ketrampilan teknis untuk bekerja mencari makan (Pragmatisme pendidikan), tetapi juga membawa manusia menuju kebahagiaan sejati dengan menempuh langkah-langkah hidup yang tepat, dan membantu manusia mengasah akal budi, sehingga orang bisa bersikap rasional, serta dapat membentuk keutamaan moral melalui pembiasaan yang intensif”, yang dipaparkan Aristoteles tadi sangat berhubungan dengan apa yang disampaikan Bapak pendidikan kita (Ki Hajar Dewantara) beliau mengatakan seperti ini “Dengan Ilmu kita menuju keilmuan. Ilmu tak melulu soal angka, tapi bekal untuk hidup”.

Dari fenomena kondisi pendidikan yang saya masih gelap, setidaknya didalam tulisan ini saya ingin membagi 2 argument mengenai langkah strategis yang bisa diambil untuk memberikan penerangan didunia pendidikan ini. Yang pertama para praktisi pendidikan dan pejabat pendidikan nasional, perlu untuk memahami dan menyadari esensi pendidikan yang sejati, memberikan pemahaman atau doktrin mengenai esensi pendidikan sejati  kepada masyarakat Indonesia khususnya kaum terpelejar/Mahasiswa, sehingga pemahaman itu bisa dipegang erat-erat oleh mereka dan mampu bersaing dalam kompetisi global dan berpengetahuan luas.

Esensi Pendidikan yang Dicita-Citakan
Net/Ilustrasi

Dan yang kedua diperlukannya peran kaum terpelajar/mahasiswa yang sudah tersadarkan tentang esensi pendidikan dalam membantu negara untuk memberikan cahaya bagi penerangan dunia pendidikan yang ada di Indonesia, contoh kecilnya teman teman bisa mengamalkan segala pengalaman atau ilmu yang didapat dikehidupan sehari dan mentransferkan ilmu yang anda dapat bagi orang orang sekitar atau melakukan perubahan yang bisa mendorong pendidikan yang bermutu dan bermoral dikampung halaman teman-teman, seperti yang tertuang dalam salah satu hadist yang selama ini memberikan semangat saya untuk menjalani kehidupan sehari-hari “Sebaik baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR.AHMAD).

Argumen yang saya paparkan tadi bukan menunjukkan saya adalah orang yang paling pintar atau sok jagoan, karena saya tidak suka dikatakan orang yang paling pintar, saya hanya orang yang mau belajar dan terus mau belajar. Saya mengutip pesan Sayyidina Ali “ Hikmah (Ilmu Pengetahuan) itu adalah Hartu karunnya seorang muslim, maka pungutlah dimanapun keberadaannya berada”. Maka dari itu sebab saya memberikan argument dan gagasan tentang solusi untuk situasi dunia pendidikan hanya semata mata ingin turun andil dalam mengatasi permasalahan ini dan mengharapkan ridhonya Allah SWT.

Tulisan ini sebagai bentuk kejumudan (kegelisahan) pribadi saya, akan dunia pendidikan yang sudah mulai kehilangan arah, dan semakin jauh dari visi misinya untuk mengembangkan martabat manusia, seperti yang sudah saya ajukan tadi, pendidikan perlu menyadari esensinya itu sendiri, lalu melenyapkan gangguan-gangguan yang membuat pendidikan tersebut kehilangan esensinya sejak awal. Karena hanya dengan begitu bangsa Indonesia bisa mulai mengarah kearah peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan bermoral.

Saya sebagai kaum muda belum sanggup memberikan berupa materi untuk menyelesaikan situasi ini tapi yang saya punya hanya berupa gagasan dalam bentuk pengamalan yang saya anggap gagasan dalam bentuk pengamalan merupakan obat yang paling manjur untuk mengatasi situasi yang sedang terjadi disekiling kita. Kalau pun ada yang teman-teman rasa kurang atau mau ditambah dari tulisan ini, bisa kita atur waktu untuk didiskusikan sambil ngopi bareng. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk  membantu mengaktifkan nalar berpikir kita dalam kehidupan sehari-hari. Di akhir tulisan saya memohon maaf kalau ada kata kata yang salah, kepada Allah saya mohon ampun.

Penulis : Rizki Adha Simatupang (Owner Literasi @Djuanda_Book)